hadiah ulang tahun satu tahun lalu. masih tersimpan baik di rumah Surabaya. dan ibuku dengan baiknya ini di laminating. ohiya setiap anak dikelasku pasti dapet kayak gini. nanti satu kelas pada nulis gitu dikotak yang udah tersedia. unyu yaaa. ini idenya Putri Melati Dewi, sekarang dia anak arsitek ITS. jago emang anaknya kalo masalah unyu-unyu begini!!!
Friday, March 15, 2013
lagi-lagi akibat sok tahu yang berlebihan.
waktu awal banget masuk kuliah (belum mulai pelajaran, cuma perkenalan kampus). ketemu beberapa anak yang entah kenapa langsung ngerasa "asik nih kayaknya"
naah waktu itu break ISOMA, setelah kita semua makan, pada berangkat buat solat gitu.
"lho rud, gak solat?"
*cuma geleng geleng kepala sambil senyum*
"lho kenapa gak solat? males ta?" (habisnya ini anak emang kelihatan tengil maksimal dan wajahnya jawa banget)
*geleng kepala lagi sambil senyum tengil*
"pemales ini rudy"
setelah balik solat, rudy masih duduk duduk aja. terus tanya lagi nih aku, dasar usil banget juga akunya
"gak solat? paraaaaah"
terus tiba-tiba ada temen ngasih tau "rudy bukan islam gal"
*kratak dhuaaar*
***
beberapa hari setelah masuk, sok sok rajin gitu pinjem buku diperpus. terus diajak kenalan sama anak cowok yang ternyata satu fakultas juga. oke singkat cerita, setelah kenalan aku lupa namanya dia siapa. tapi setiap ketemu dia mesti manggil namaku. dia perawakannya kecil, putih, agak chinese gitu. yaudaah aku setiap ketemu ya senyum biasa.
sampek pada suatu hari kita seangkot, aku udah nyiapin uang seribu buat bayar angkot kan. setelah ngobrol basa-basi, dia bilang
"eh uang kamu 1000 ya?"
"iya"
"yaudah bayar ke aku aja. biar pas. soalnya uangku 2000 ntar malah dikasih kembalian 500 aja"
"oke" (sambil ngasihin uang 1000 ke tangannya. entah kenapa aku ngerasa dia kayak gak berani nyentuh kulit tanganku. terus aku ngerasa, WOOW aku se-alim-itu-ternyata)
"kamu anak mana?"
"surabaya, kamu?"
"cirebon"
"kamu unitnya apa sih? KMB ya?" *nada extra neges* (kmb= keluarga mahasiswa budha)
"bukaaaan, aku gamais" (keluarga mahasiswa islam)
"......"
ini cerita yang tak dapet dari blog made: madedyahas.blogspot.com
waktu itu aku baca pas zaman SMA dan rasanya kayak beneran *dhuar* tadi habis ubek-ubek blog made (lagi) dan mencoba berbagi pengalaman made ini ke semua orang. semoga si empunya berkenan yaa.
Waktu hari ke-2 UAS kemarin, aku dapet kabar dari temen kelas sebelah,
"Eh, ati-ati kalo dijaga sama Pak S. Kalo ketahuan nanti dirobek."
"Beneran ta?" "Iya, tadi bapaknya jaga kelasku dan ada yang ketahuan,
trus disamperin trus dirobek!" Sumpah, kaget! batinku, semoga bapaknya
jaga kelasku (wkwkwkkw, kyok yo' yo'o) Sayangnya, Bapaknya kemarin sama
sekali gak menginjakkan kaki di kelasku (Sayangnya? :p).
Trus, tadi waktu di sekolah, hari pertama masuk sekolah setelah libur bertahun-tahun (SUmpah, 2 minggu aku kangen sekolah!), Beliau yang seorang guru PKn memberikan pengarahan kita berhubungan dengan kelulusan dan motivasi yang selalu Beliau berikan tiap jam pelajarannya hingga akhirnya Beliau cerita tentang anak didik Beliau. Begini cerita Pak S:
"Dulu saya itu punya murid, kakak kelasmu dulu, saya ingat betul
namanya. Dia anaknya sangat pandai. Dan waktu UAS Matematika, saya yang
menjaga kelasnya dia.Waktu itu saya juga wali murid kelas itu. Setelah
masa UAS selesai, saya ditegur oleh guru matematika karena nilai UAS
anak pandai itu jeblok. Kemudian saya panggil anak tersebut,
"Nilai matematikamu kok jelek mbak?"
"Lho, iya ta pak?"
"Iya, gimana ini memperbaikinya?"
"Nilai saya jelek juga karena Bapak. Kemarin waktu matematika bapak yang jaga!"
"Lho kok bisa?"
"Iya, waktu itu konsentrasi saya buyar karena anak-anak nyontek tapi Bapak biarkan, jadi Bapak juga harus tanggung jawab sma nilai matematika saya."
"Lho, iya ta pak?"
"Iya, gimana ini memperbaikinya?"
"Nilai saya jelek juga karena Bapak. Kemarin waktu matematika bapak yang jaga!"
"Lho kok bisa?"
"Iya, waktu itu konsentrasi saya buyar karena anak-anak nyontek tapi Bapak biarkan, jadi Bapak juga harus tanggung jawab sma nilai matematika saya."
Trus, mau ngomong apa saya, ditegur sama murid saya sendiri seperti itu?"
DEG! Waktu diceritain itu di depan kelas, aku pengen nangis, terharu. Sumpah gak nyangka, mbaknya bisa seberani itu!
Tapi gimana kalo aku? Bisakah aku seberani itu?
Gak akan ada kasus 'damai' waktu tilang-tilangan di jalan, kalau polisi gak mau disuap atau yang ditilang gak mau menyuap.
Sunday, March 10, 2013
"saranku, jangan pernah ngepost waktu perasaanmu lagi sangat dipuncak. misal lagi sangat dipuncak kesedihan, karena suatu hari kamu bakal lupa sama kesedihan itu. atau lagi sangat dipuncak kebahagiaan, karena bisa aja kesombongan yang bakal keluar. mungkin juga lagi sangat dipuncak naksir orang, karena suatu hari bisa aja perasaan itu hilang. atau lagi sangat dipuncak kebencian, soalnya bisa aja suatu hari jadi suka. lebih lebih, jangan pernah ngepost waktu ada dipuncak kemarahan, karena kamu akan meyesal."
-Galuh
Andai aku t'lah dewasa
Apa yang 'kan kukatakan
Untukmu idolaku tersayang
Ayah... Oh...
Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu
Oh... Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s'lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku
Apa yang 'kan kukatakan
Untukmu idolaku tersayang
Ayah... Oh...
Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku, penerang jiwaku
Dalam setiap waktu
Oh... Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahku
Kutahu s'lalu cinta dalam senyummu
Oh Tuhan, Kau kupinta bahagiakan mereka sepertiku
Lagu favorit, selalu.
Friday, March 8, 2013
waktu itu aku sama sapto lagi ngomongin tentang kepinteran seorang anak dan masa depannya gitu. kita sok sok nebak kira-kira dia ntar pas udah gede gimana. kurang lebih gini percakapannya
S: "si X aktivis yaak, pantesan IPnya kurang. tapi menurut gue dia bakal sukses. menurut lo gimana gal?"
G: "iyasih mungkin dia sukses kayaknya. tapi menurut gue si Y bakal sukses soalnya dia walaupun aktivis gitu tapi dia cerdas. sayang aja kemaren IPnya kurang"
S: "kalo gue menurut lo gimana gal?"
G: "lo sukses punya sport wear deh kayaknya to" (emang si sapto pengen punya brand sportwear sendiri)
S: "naah emang itu maksud gue haha. lo gak pengen tanya ke gue kira kira lo sukses apa gak?"
G: "gak makasih. paling lo bakal bilang kalo 'lo bakal sukses jadi ibu rumah tangga yang baik gal'" (nada bercanda)
S: "IYEEE GUE EMANG MAU BILANG ITU HAHAHAHAHA"
G: "........" (cegek maksimal)
serius, gak ada niatan menyinggung SARA dalam postingan ini. cuma buat introspeksi diri.
pertama, kenalin dulu 3 orang teman (A,B,C) yang merantau juga ke daerah Bandung. ketiga-tiganya seorang non-muslim yang punya rasa ingin tahu tinggi. sampek tiba-tiba timbul percakapan yang lumayan mengagetkan. entah gimana awalnya, pokoknya mereka bertiga ini suka iseng sama siapapun, suka ngeledek-ledekin gitu. waktu itu mereka ngeledekin X, ngeledekin apa aku lupa. tapi bercanda gitu ngeledekinnya
A: "ah dasar lo"
B: "parah lo"
X: "Astaghfirullah sabar aja gue mah"
C: "sok sokan lo ngomong astaghfirullah, emang lo tau artinya apa?"
X: "....."
B: "dih paraaah, kagak tau artinya pake nyebut nyebut astaghfirullah. parah lo"
X: "bentar-bentar gue inget kok....."
C: "apa coba?"
X: "....."
nah emang dasar mereka rasa ingin tahunya tinggi banget, mereka langsung introgasi yg lain
C: "woy, lo tau gak artinya astaghfirullah?"
Y: "......."
B: "lo tau gak artinya astaghfirullah?"
Z: "......."
Subscribe to:
Posts (Atom)
