Thursday, December 29, 2016

I did.


Someone told me:
"You can not give advices to your friend who is falling in love with someone. When people are in love, they won't give any spaces for other people, except their lovers. Even their mind sometimes does not work properly."

Someone once asked me:
"So how will they know if they are in a wrong path of their journey? How will they know if what they are doing is wrong? When will they know if they need to stop pretending that everything's okay?"

Someone told me:
"The only way to make your friend realize that they are making mistakes, is by letting them to make mistakes. By letting them know how does it feel to fall in love and fail for love. Letting them know and feel by themselves, not by words."

At the end of the day, you will seat beside your friend, listen to the story and you will say this to your friend:
" I've told you so".

Love will find its way and so does people's mind too.
Eventually.

Diposting oleh Destina


Thursday, December 22, 2016

Perjalanan Semester Enam



Semester enam jadi semester paling santai dan paling menyenangkan. Bener-bener kerasa (sedikit) lebih dekat sama ilmu-ilmu kedokteran. Sayangnya cuma secara teori aja, soalnya semester ini tanpa praktikum, dan tanpa kerja kelompok. Masuk setengah delapan, kuliah dengerin dosen sampe setengah dua belas terus pulang. Waktu senggangnya banyak banget, dan ditambah lagi karena udah semester akhir jadi tanggung jawab kepanitiaan gak sebanyak biasanya. Pelajaran semester enam ada Pediatri (Anak), Interna (Penyakit Dalam), Neurologi (Saraf), Psikiatri (Jiwa), Kulit kelamin, Forensik, Farmasi (Obat-obatan), Radiologi.

Pediatri ini udah terkenal jadi "beban" nya semester enam. Ujiannya susah, materinya banyak, soalnya gak pernah mirip (apalagi sama persis). Tapi dikuliah ini dapet banyak ilmu buat jadi ibu yang baik seharusnya gimana. Tentang pemberian ASI, kewajiban imunisasi, tanda-tanda anak sakit dan cara perawatannya. Ilmunya lumayan menarik, tapi image pediatri sendiri udah serem dari awal (mau itu dosen atau ujiannya yaa) jadi gimanapun pembawaannya agak tegang kalo kuliah hahaha. Kalo di pediatri nih, sering banget ditekankan kalo anak kecil itu bukan miniatur orang dewasa. Jadi kita gak boleh seenaknya aja kasih obat, misal obat buat orang dewasa 100 gram, terus karena mau dikasih ke anak-anak dipotong setengahnya. Dan lagi, obat buat bayi sama anak kecil itu beda. Ada beberapa obat yang bisa bikin mereka malah tambah dapet penyakit lain.

Kalo Interna sendiri, jadi pelajaran yang bikin kita ngerasa beneran dokter. Gimana nggak? Yang kita pelajari itu bener-bener keluhan orang awam yang biasanya dateng ke dokter kayak misal diabetes, hipertensi (darah tinggi), tb (batuk berbulan-bulan), nyeri sendi, angin duduk, masuk angin, dan segala angin yang lain. Dan jujur aku suka sama mata kuliah interna, terlepas dari dosen kalo ngajar agak bikin ngantuk ya hehehe. Oiya mau kasih info aja, masuk angin gak pernah masuk dalam daftar penyakit dalam, jadi yaa itu bener-bener murni istilah orang awam aja. Apalagi angin duduk, angin kok kayak manusia bisa duduk gitu? Itu sebenernya gejala angina pectoris atau gampangnya sebut aja sakit jantung.

Di Radiologi kita diajarin cara liat dan baca foto x-ray, ct scan, mri. Tiap-tiap penyakit ntar ada bentukan khususnya yang sampe sekarang entah gimana kok bisa kepikiran kalo bentuknya kayak gitu? Kadang aku sendiri juga gak bisa lihat bedanya dimana. Ohiya jangan sok-sokan foto tanpa surat rujukan dokter yaa, karena kita gak pernah tau foto kayak gimana yang dibutuhkan sama dokternya. Tampak samping kah atau depan kah? dada aja? atau perlu sampe bawah? Ini ada beberapa contoh foto yang aku pelajari.






Neuro ini belajar tentang gangguan saraf. Mulai dari stroke, epilepsi, tumor, sakit kepala dll. Kita kan kalo bilang sakit kepala itu pusing ya? Tapi kalo dikedokteran pusing itu masih bener-bener dasar. Harus jelas, pusing yang dimasud pasien itu berputar kah? Kalo berputar namanya vertigo. Pusingnya berupa sakit di daerah kepala ditambah kaku leher kah? Kalo iya namanya tension type headache (TTH). Pusingnya berdenyut kah? Kalo iya itu berarti migrain. Makanya sekarang kalo ditanyain orang "aku pusing nih obatnya apa?" "wait le me think, ok?" karena obat yang dikasihpun bakal beda-beda nantinya buat tiap penyakit, yaiyalahya. Terus disaraf juga diajarin, kalo misal lihat pasien habis kecelakaan dan cedera kepala harus diobservasi selama 24 jam setelah kejadian. Apa dia bakal muntah? Kalo iya bisa jadi itu tanda bahaya. Aku inget banget waktu ibuku kecelakaan dan kepala beliau kebentur, beliau disuruh stay di rumah sakit 24 jam. Tapi karena beliau ngerasa baik-baik ajaa yaa jadi males, dan ngerasa "toh juga cuma dianggurin di rumah sakit, ngapain juga?" maklum, kami bukan dari keluarga medis jadi pengetahuan tentang beginian kurang. Akhirnya ibuku pulang pake surat keterangan. TOLONG DIPERHATIKAN! Kalo misal dokter nyuruh kalian ngelakuin sesuatu, dan dokternya bukan tipe menjelaskan panjang lebar kalian harus tanya! Kenapa kok harus gini dok? Minta penjelasan sejelas-jelasnya. Tau gak hal paling sedih dari hubungan pasien dan dokter? Gak dapet kepercayaan (disemua hubungan sih sebenernya lol). Aku ngomong gini kayak udah jadi dokter aja ya, tapi aku pernah baca di ask fm Dokter Ai beliau bilang kayak gitu dan aku setuju.

Psikiatri ini jangan pernah nganggep isinya curhat-curhat doang ok? Karena kasusnya banyak. Ada psikiatri geriatri yang bahas tentang kejiwaan lansia, salah satu yang aku inget dosen pernah bilang "tau gak kalian kalo orang tua mulai merasa 'ah aku gak usah ikut pergi kasian ntar anakku jadi repot' itu tanda gangguan psikiatri lho". Ada psikiatri anak juga tentangg gangguan bicara, autisme, ADHD/Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ini tentang anak banyak tingkah), terus ada juga gangguan cemas perpisahan (gangguan anak yang gak mau pisah sama ibunya waktu masih awal sekolah). Kasus KDRT, pemabuk, narkoba, gangguan seksual, post traumatic stress disorder (trauma pasca bencana besar kayak tsunami, gunung meletus dll). Yagitudeh, psikiatri bener-bener membuka mata kalo ternyata orang diluar sana ada yang kayak gitu. Sesuatu yang kita gak pernah bayangin.

Kalo ada orang mikir belajar kulit kelamin berarti bisa tau teknik facial yang bagus, atau obat jerawat paling tokcer, please kalian salah 😞. Ini isinya bener-bener seluruh penyakit dari kulit sampe kelamin. Emang sih jerawat juga termasuk tapi maaf waktu itu yang ngajar agak nyeleneh banget. Beliau nanya "He mas kamu, apa penyebab jerawat?" "......" "loh jawaben to janc*k" "maaf saya tidak tau dok" "YA ITU BENER! Emang kita gak tau. Makanya harus dicek dulu" cengok gak dengernya? Antara mau ketawa atau kesel. "He mbak, apa obatnya jerawat?" yang ditanyapun nyebut nama obat "SALAH! Jawabannya adalah tidak tau" Allahuakbar, Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya. Ngeliat bentuk kelamin yang amburadul dan gak layak pun udah jadi asupan tiap pelajaran kulit kelamin.

Forensik yaa bener-bener kayak yang di TV. Ada mayat, minta dideteksi penyebab kematian, matinya berapa jam yang lalu dan semua ini beneran ada ilmunya. Kita bisa bedain itu merah-merah ditubuh korban karena emang darahnya ngumpul disitu (lebam mayat) atau karena luka memar. Luka memar bisa dimana aja tempatnya, kalo lebam mayat pasti di tempat terendah, luka memar kalo ditekan gak hilang, kalo diiris bakal tetep ada, dan biasanya ada pembengkakan. Nanti kalo lalat masih bentuk pupa berarti korban udah meninggal berapa jam, kalo udah jadi larva berarti berapa jam. Bahkan orang forensik juga bisa tau korban meninggal kebakaran ini meninggalnya karena kehabisan nafas atau hangus terbakar.

Yang terakhir Farmasi. Di Farmasi belajar milih obat buat pasien dan gimana cara nulisnya. Seru, jadi bisa sok-sokan dikit hahaha.


Secara keseluruhan suka sama ilmu-ilmu disemester enam. Semoga bermanfaat ilmu yang aku dapet, dan ilmu yang aku bagiin di sini (walaupun sederhana banget maaf yaa).


Sunday, October 30, 2016




Tak semua kesibukan itu bernilai.
Tak semua keaktifan itu berfaedah.
Dan tak semua peranan itu berharga.
-Avicenna








The Time Keeper



Pernah baca Time Keeper karangan Mitch Albom gak? Disitu diceritain kalo zaman dulu, orang bener-bener menikmati hidup mereka, sampe akhirnya ditemukan kata "waktu" dan orang-orang mulai coba mengukur waktu dan akhirnya terciptalah istilah jam, hari, bulan bahkan tahun. Semuanya terukur dan akhirnya manusia jadi gak menikmati waktu sama sekali. Ketika sesuatu hal terukur, kita jadi punya standar-standar tertentu dihidup. Contohnya nih, beberapa orang ngukur sukses dengan harus menang suatu lomba, pergi konferensi di luar negeri atau bahkan lulus kuliah sambil dapet predikat cumlaude. Tapi sadar gak kalo kita bermanfaat buat orang lain itu juga termasuk sukses? Atau ada orang yang ngukur rasa kasih sayang seseorang itu dari kejutan yang dikasih dihari ulang tahun atau kado-kado mahal. Tapi sadar gak kalo orang tua kita berusaha kasih nafkah tiap hari juga udah termasuk sayang? Setelah baca Time Keeper entah kenapa jadi nyadar kalo dalam beberapa hal, sebuah standar pengukuran itu gak baik.

"As mankind grew obsessed with its hours, the sorrow of lost time became a permanent hole in the human heart. People fretted over missed chances, over inefficient days; they worried constantly about how long they would live, because counting life’s moments had led, inevitably, to counting them down. Soon, in every nation and in every language, time became the most precious commodity."
— Mitch Albom (The Time Keeper)



Saturday, October 8, 2016

Perjalanan Semester 5



Semester lima jadi salah satu semester berat di FK (selain semester dua gara-gara Si anatomi pastinya). Mata kuliahnya ada Farmakologi (ini belajar tentang obat dan gimana reaksinya di dalem tubuh), Patologi Anatomi (belajar tentang berbagai macam kanker dan gimana bentuknya secara mikrokopis-maksroskopis), Patofisiologi (ini belajar tentang gimana proses suatu penyakit bisa terjadi), General Emergency Life Support (GELS) jilid dua yang melajarin gimana cara nolong para korban bencana, Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) ini belajar tentang kebutuhan gizi, Ketrampilan Medik (kalo ini belajar gimana masang kateter/selang buat pipis, cara meriksa ibu hamil, pasang infus, pasang selang makanan). Wah banyak juga yaaa, belum lagi harus ada diskusi Farmako, praktikum juga, terus kunjungan rumah sakit.

Belajar Farmako lumayan bikin stres soalnya kita dituntut hafal banyak macem obat. Bayangin aja kalo kamu sakit misal gagal pake obat lini pertama (obat yang harusnya dikasih pertama kali) ya harus hafal lini keduanya apa (obat yang harus dikasih kalo obat pertama gagal). Belum lagi mikir obat ini cocok gak buat orang gagal ginjal, obat ini bereaksi gak sama obat hipertensi pasien, belum lagi harus tau obat ini tuh dikasihnya lewat selang darah (intravenous), lewat mulut (oral) atau lewat ditaruh aja di bawah lidah. Pas praktikum farmako juga lumayan.....nganggur dan membingungkan hahaha. Tapi dapet pengalaman baru soalnya praktikumnya pake tikus.

Di Patologi Anatomi, kita beneran liat bentuknya kanker. Dari liat bentukan di mikroskop, sampe bentukan aslinya, kita nyebutnya gross dan beneran gross sih hehe. Pernah liat bentukan kanker payudara yang masih fresh (waktu itu sempet ada tour ke lab di rumah sakit) sisanya liat bentukan yang udah diawetkan aja. Kalo di patofisiologi sih yaa belajar proses-proses terbentuknya suatu penyakit gitu, gimana sih awal mula kita bisa demam? gimana kok orang bisa ada penyumbatan di pembuluh darahnya dan apasih bahayanya? yaa semacam itulah kira-kira.

Kalo di GELS, kita diajarin bebat bidai. Ini tuh teknik gimana kita ngiket tubuh korban yang berdarah biar pendarahannya berhenti atau ngiket tulang korban yang patah biar gak terlalu banyak digerakin. Salah satu yang bikin GELS ini seru, kita ada pelatihan nyata nih di BASARNAS (tim SAR Indonesia). Jadi kita beneran diajarin gimana cara gotong korban pake tali terus turun dari ketinggian beberapa meter, gimana cara narik korban yang tenggalam di air (dan ini beneran di kolam renang), gimana caranya nolong korban kalo ada bencana besar terjadi (justru kalo keadaan gawat darurat bencana gini, orang yang ditolong duluan itu bukan yang paling bahaya, justru yang terlihat punya peluang besar buat tetep hidup).


latihan GELS di Departemen Anestesi

Nah kalo di Tramed, kita disuruh pasang kateter (selang pipis) ke salurannya. Jadi ada manekin bentuk alat kelamin cowok gitu dan kita disuruh masukin selang pipis kesana. Pas kunjungan rumah sakit, ada satu pasien yang cek ke urologi soalnya udah waktunya ganti selang. Bayangin coba bapaknya ganti selang pipis diliatin belasan anak haha pasti awkward banget. Jijik gak? awalnya sih iya tapi lama-lama yaaudah bodo amat. Kita juga diajarin gimana cara ngitung detak jantung janin dan ngitung berapa minggu kira-kira usia kehamilan si ibu. Nah pas kunjungan di Soetomo kelompokku kebagian ruangan tempat ibu hamil yang kena HIV, kena hepatitis B, sama ibu hamil yang udah bentar lagi bakal melahirkan. Pegang-pegang perut ibu hamil, nentuin dimana tangan bayi, dimana punggungnya, seru banget sih terus ada speaker buat dengerin detak jantung bayi dan pas denger suaranya rasanya so coooool banget!

Ngomong-ngomong soal #funfactsmedis di semester ini, kalian tau gak kalo rokok, kopi, coklat itu termasuk zat adiktif? Tapi kenapa sih lebih banyak orang kecanduan rokok? Soalnya rokok begitu dihirup dialirin ke vena cava dan langsung dikirim ke otak, sedangkan coklat sama kopi harus lewat proses pencernaan yang makan waktu lama dan pastinya udah berkurang zat-zatnya. Dosenku juga pernah bilang kalo glutamat (MSG) itu narkoba terselubung, bisa bikin otak nekrosis (sel-selnya mati). Beliau juga bilang kalo kebanyakan MSG bisa bikin chinese restorant syndrome haha mungkin gara-gara chinese food dikasih banyak MSG kali ya.

Riset emang udah membuktikan kalo sel-sel di dalem tubuh wanita itu 8x lebih cepat apoptosis (selnya rusak) dibanding pria. Gimanapun caranya kamu bikin dirimu awet muda, inget satu hal: jangan pernah bikin dirimu awet muda pake cara suntikin vitamin C ke tubuh! Soalnya itu percuma, cuma bikin ginjal kita rusak aja.

Orang yang kerja di radiologi kan terpapar zat-zat membahayakan ya. Nah harusnya dikasih vitamin C, bukan dikasih susu (beberapa orang termasuk ibuku masih mikir kayak gini soalnya). Dosenku juga pernah bilang, kalo misal orang kerja dan dapet shift malem, dia harus istirahat dua hari buat balikin metabolismenya kayak semula (soalnya kalo kita begadang semaleman ada beberapa metabolisme tubuh yang keganggu). Tapi ya bayangin aja, siapa yang punya waktu dua hari buat istirahat total? mau dipecat apa?


Semester lima bener-bener jadi semester melelahkan sih, tapi entah kenapa semester dua tetep jadi yang paling menguras tenaga dan emosi hahaha.




Friday, September 30, 2016

soon to be






Gak pernah kebayang kalo kebahagiaan terbesar dihidup ternyata pas kita bermanfaat buat orang lain. Makin hari rasanya makin jatuh cinta sama bidang ini. Ngobrol sama pasien, dapet cerita hidup mereka, berbagi pengetahuan dibidang medis. Semoga setelah ini cita-citanya gak belok-belok lagi ya Gal hahahaha.