beberapa waktu lalu, ada ask ke Pila (temen kuliahku), isinya gini "Ada yang bilang fk itu kayak hogwarts, jadi ada muggle (ortu non dokter), ada half blood, ada pure blood, pendapat u?" aku ngerasa pertanyaan ini lucu banget. asli. kok ya kepikiran gitu FK kayak Hogwarts, tapi terus aku mikir.... ohiya aku muggle ya.
berkecil hati sekali. apalagi kalo denger orang bilang "iya kata ortuku matkul xxx itu emang bla bla bla" atau "iya ini alatnya ibuku". tapi pada akhirnya aku bersyukur, bahwa aku membuka jalan buat keluargaku nantinya mendapat perawatan terbaik di bidang ini (Naudzubillah juga sih jangan sampe sakit). dan dari apa yang aku lihat disekitarku, Alhamdulillah pada akhirnya aku gak mendapat tuntutan harus begini dan begitu. misal nih ya, ada anak yang disuruh bapaknya jadi dokter, soalnya malu kan orang tuanya dua-duanya dokter. atau kalo gak, diwajibin harus spesialis ini itu. atau mungkin ada anak yang kekurangan perhatian orang tua gara-gara orang tuanya pada sibuk ngurusin kesehatan masyarakat banyak. kehidupan itu, kalo terus-terusan ngelihat rumput tetangga emang gak akan pernah habis ijonya, jadi yaa bener-bener belajar bersyukur aja.
***
ngomong-ngomong, aku suka bingung kenapa kami harus manggil "dok" atau mungkin "prof". di bidang lain, orang yang punya gelar prof kok gak dipanggil hal yang sama? apa manggil "bu" dan "pak" itu kurang menunjukkan sebuah penghormatan? atau untuk bedain, yang ini dokter, yang ini suster dsb? buat apa ya? dengan kita bersikap menangani pasien dan pake baju bertuliskan nama kan sudah cukup jelas membuktikan tanggung jawab kita apa? bingung juga sih jadinya, mana suka keceplosan manggil pak atau bu (yaa walaupun gak diapa-aain sih)