kalo deket berantem kalo jauh kangen hahaha. sebahagia ini lho "ketemu ngobrol ketawa, walaupun saling ngetawain". terus kayanya aku ngerasa setiap ketemu mereka itu ngalamin hiperaktivasi #jegher
Monday, January 27, 2014
kasian
beberapa hari lalu ketemu Agas, anak fakultas sebelah jurusan hubungan internasional. emang udah jadi langganan gitu ketemu sahabat lama yang satu ini terus (sok-sok) ngobrol tentang politik. sebenernya gak ngobrol juga sih, lebih ke aku yang minta penjelasan hehe.
"Gas, Anas Urbaningrum itu beneran korupsi?"
"Lah kan aku udah bilang Gal, korupsi itu sesuatu yang kadang sepele."
"beneran gitu Gas? kapan hari aku liat Mata Najwa cuma ngasih gambar sepatu doang ke ketua KPK padahal tamu yang lain dikasih sepatu beneran. takut gratifikasi katanya Gas"
"kamu udah tau belum, gitarnya Jokowi dari Metallica disita sama KPK?"
"ASTAGA..... segitunya"
dulu pas zaman di Loedroek ITB adan senior angkatan 90an dateng terus cerita
(pake Bahasa Jawa) "pokoknya pas kuliah ini temukan jati diri sama tujuanmu. aku udah kerja gini baru ngerasain, doakan aja semoga tetep di jalan yang bener ya"
dan aku mengartikan kalimatmu sebagai "yah ternyata dunia kerja gak sebahagia itu ya"
terus jadi inget pas kecil entah kenapa aku inget salah satu sinetron. jadi sinetron itu nyeritain seorang suami yang dipenjara gara-gara kasus korupsi. tau gak ternyata siapa yang bersalah dari dipenjaranya dia? istri sama anak-anaknya sendiri. "pa, tas merk ini udah keluar lhoo aku mau beli. uangnya mana paa" "paa, kakak mau beli mobil buat sekolah" "paa, adik mau jalan jalan sama temen-temen paaa" terus bapaknya setres dan akhirnya korupsi biar orang-orang rumahnya bahagia. kasian yaa...
dalem...
"Dokter itu kan decision maker, tapi kita kadang masih sering bingung mutusin hal-hal sepele"
Dira, 18 tahun. Bingung mau makan di kantin mana
Friday, January 24, 2014
yeyek
(postingan sok sok melankolis)
ini tentang yang mereka, para remaja zaman sekarang, sebut 'cinta' (ceilah)
dari
dulu sampek sekarang nih, misal ditanyain cinta itu bagaimana mengapa
apa atau kapan bahkan mungkin siapa jawabannya tuh gak tau. klise ya?
seriusan deh. grafik perasaan itu naik turun kan? kadang bisa di atas
banget, terus siapa tau bakal ada di bawah banget pada akhirnya. dan
selalu bertanya-tanya "lho lho lho, cinta kayaknya gak gini deh gal"
begitulah. bingung? yaudah sama.
misal
kamu gak punya pacar, sebagai remaja yang kekinian pasti pengen
ngerasaan. wajar. aku juga kok. perasaan paling awal saat kamu akhirnya
mengatakan ya (atau mungkin gebetanmu mengatakan ya, bagi pria yang
membaca ini) adalah "yah, penasaran itu sudah terjawab. sudah" dan kamu
bingung setelahnya ngapain atau gimana mengapa siapa apa kenapa kapan
*halah*. kalo kata psikolog, "perasaan menggebu itu ada pada 9 bulan
awal, setelahnya adalah komitmen" prok prok prok, kemungkinan iya
kemungkinan gak.
tau
gak manfaat pacaran itu apa? setelah sekian lama bagiku jawabannya cuma
satu, 'ada orang, selain keluarga, yang secara jelas sayang sama kamu
(nampaknya sih begitu)' atau mungkin membangkitkan percaya diri 'yaa,
aku ada yang mau ya ternyata' ATAAAAAAUUUU kalo ente mau sok sok heroik
"belajar mengerti dari pacaran" duh duh duh klise, bagiku yaa yang
pertama itu tadi kayaknya paling pas mungkin buat hampir semua orang.
kalo
kata si Havid, "bagiku gal, pacaran itu biar bisa bilang 'kamu kan
pacarku, kok (isi dengan hal yang tidak bisa dilakukan ketika pacaran,
main sama temen misalnya) gitu sih'"
tapi aku bukan orang yang gak melakukan itu sama sekali atau melarang banget itu. aku lho juga pernah ada di sana dan siapa tau suatu hari nanti juga difase itu lagi.
tapi aku bukan orang yang gak melakukan itu sama sekali atau melarang banget itu. aku lho juga pernah ada di sana dan siapa tau suatu hari nanti juga difase itu lagi.
ohiya,
balik ke masalah cinta. jadi cinta itu yang gimana? jawabannya sampek
sekarang masih gak tau. pernah mentoring kerohanian pas SMA, terus tanya
"mbak, katanya manusia hidup berpasangan, kok jumlah cewek sekarang lebih banyak sih?"
"ada yang bilang, karena pria pria itu banyak terbunuh pas zaman Nabi Musa"
"terus yang kita nikahi nanti pasti jodoh kita gak?"
"ada yang bilang belum tentu, jodoh kita itu ntar dipertemukannya di akhirat"
tuuuuuuuh kan, dari tadi nyambungnya kemana-mana. yaudahlah emang lagi so random. maaf yaaa
Sherlock
Jadi, setelah keracunan bukunya, sekarang aku keracunan TV seriesnya berkat sang bandar Aya. ditengah-tengah UP sempet-sempetnya coba namatin Sherlock. TV seriesnya ini memang kekinian banget, mirip bukunya walaupun banyak buanget yang diganti. agak kaget si Mycroft kurus soalnya penggambaranku selama ini dia gendut terus gak senyebelin itu. Kaget juga Moriarty kok kekanakan kalo ngomong, padahal dia itu pembawaannya tenang penuh taktik gitu. nangis ketawa haru heran jadi satu banget lah pokoknya. Aku menikmati semuanya, semuamuanya tentang Sherlock Holmes entah itu buku tv series film layar lebar. Dan..... akhirnya aku tau siapa yang bikin aku jatuh cinta, Sir Arthur Conan Doyle. Salam Vatican Cameo!
Tuesday, January 21, 2014
Nak, Ibu Ingin Bicara Soal Milih-milih Perempuan…
direpost dari sini
Ini yang bisa ibu katakan mengenai petunjuk umum secara garis besar ketika itu menyangkut calon istri…
- Look for the right chemistry. Kalian akan
tahu itu ketika bertemu dengan yang cocok. Kalian akan menyadari bahwa
rasanya masuk akal kenapa selama ini yang lain kurang menarik, dan ada
sesuatu yang rasanya kurang sebelum bertemu dengannya.
Ada pesona tersendiri yang dibawanya yang memang melekat dalam dirinya
tanpa dibuat buat. Ibu pikir dulu ayahmu jatuh cinta dengan ibu karena
diantara teman teman calon dokternya yang lembut feminin, tiba tiba nongol seorang
wanita yang lain dari yang lain. Yang bisa memanjat pohon dan berantem
dengan sangat baik…. Rupanya pria kalem yang tenang itu tergeletak tak
berdaya dengan seorang gadis blak blakan yang kalau makan tidak
pernah malu malu, dan bisa menyatakan pendapatnya dengan jujur,
sekalipun harus berbeda… Siapa yang bisa menyangka ? Tanya ayahmu soal
chemistry… ibu tidak pernah bosan mendengar cerita klasik bagaimana dia
jatuh cinta dengan ibu…
- Nilai kebaikannya bukan semata dari cara dia memperlakukan
kalian, tapi bagaimana dia memperlakukan orang lain, terutama mereka
yang lebih tidak beruntung dari dirinya.
Tentu saja wanita akan baik kepada pria yang dicintainya. Kebaikan
sejati itu dinilai dari bagaimana dia bersikap dan memperlakukan orang
lain. Apakah dia adil dan jujur ? Apakah dia penuh belas kasih ?
Bagaimana dia menghormati orang tua dan memperlakukan teman temannya ?
Dengan siapa dia bergaul ?. Bagaimana gaya hidupnya ? Apakah dia bisa
tersenyum sama lebarnya ketika diajak makan di restaurant mahal ataupun
di warung Tegal yang murah meriah ?.
Perlu waktu untuk menilai ini semua. Tapi kalau soal jodoh, selalu ibu katakan, jangan merasa diburu buru. Take your time… give time enough time.
- Pilihlah wanita yang mampu menertawakan dirinya sendiri.
Ini kemampuan hebat yang sangat perlu. Hidup ini akan membawa kalian
kepada banyak masalah dan lika liku… Tapi tidak ada yang lebih
menyenangkan daripada hidup bersama dengan wanita yang mampu membuat
kalian tertawa.
Pilihlah wanita yang bisa tertawa ketika kalian mengatakan “kartu ATM-ku tertelan lagi….
Selera humor yang baik itu bukan menertawakan orang lain, tapi lebih
kepada bagaimana dia bisa menertawakan dirinya sendiri dan melihat sisi
lucu dan baik dari segala sesuatu. Pada akhirnya cinta yang bergelora
itu akan stabil… kupu kupu yang terbang tak tentu arah dalam perut
kalian ketika pertama jatuh cinta, akan hinggap dengan tenang dan
menetap, digantikan dengan rasa nyaman yang menyenangkan…, tapi perekat cinta yang awet adalah tertawa bersama menjalani kehidupan rumah tangga kalian.
- Menikahlah dengan wanita yang memiliki prinsip hidup yang baik dan menghormati prinsip prinsipnya. Dia tidak harus selalu setuju dengan kalian. Buat apa menikah dengan orang yang selalu mengatakan ya ? When two person always agree, one is not necessary…
Pilihlah wanita yang mampu menyikapi perbedaan pendapat, mampu menghargai perbedaan selera dan berkompromi secara fair…
Menikahlah dengan wanita yang mampu bicara jujur demi kebaikan.
- Ini yang terakahir, tapi bukan berarti tidak penting…. Menikahlah dengan wanita yang menghormati kalian. Ibu akan menjadi orang yang paling naik pitam jika kalian dikasari. Terutama di depan umum. Never .. ever let a woman be rude to you.
Ibu bisa mengatakan ini karena ibu mendidik kalian untuk selalu menghormati dan menghargai wanita. Cinta tanpa penghargaan bagaikan mobil tanpa setir, tidak berguna.
Sunday, January 12, 2014
Saturday, January 11, 2014
Lari (reblog)
Ini cerpen bagus banget. terutama buat cewek yang bakal jadi dokter (?)
Di reblog dari sini
© Kinsia Eyusa
Ada guru BP baru di sekolah. Wajahnya seperti
kembar identik dengan Mira Lesmana, lengkap dengan rambut keriwil dan
kulit sawo matang. Yang uniknya, bila guru BP pada umumnya hanya
bertugas mendamaikan murid yang berkelahi, menasehati anak yang sering
bolos/bandel/tidak punya motivasi pergi sekolah, atau jadi tempat curhat
murid-murid perempuan yang baru putus cinta, guru BP kami kali ini bisa
dibilang pro-aktif.
Namanya Bu Fitri, sudah pula mendapat panggilan
kesayangan dari anak-anak IPS sebagai Bunda. Beliau berinisiatif
mengadakan tes Minat dan Bakat untuk semua murid kelas tiga. Setiap satu
dari kami diberi arahan mengisi beberapa lembar soal yang modelnya
seperti tes IQ/Potensi Akademik, lalu dilanjutkan sesi wawancara one-on-one di ruangan beliau.
Berhubung alokasi jam pelajaran yang bisa dipakai
untuk tes ini hanya 45 menit, giliran wawancara dibatasi tiga orang
setiap minggunya, sehingga setiap murid punya waktu 15 menit untuk
ditanya-tanya, menanya-nanya, dan galau masa depan. Minggu ini
giliranku.
Aku melangkah mantap karena tidak lagi galau
tentang pilihan jurusan dan universitas. Aku sudah diterima di jurusan
bisnis di salah satu Universitas Swasta terbaik di Negeri ini. Aku
bahkan menyimpan fotokopi Offer Letter-nya, kulipat kecil dan selipkan di seluk-seluk dompet.
Kuketuk pelan pintu ruangan Bu Fitri, yang berbahan kayu, bercat merah jambu.
“Ishka, ya? Masuk, Nak.”
“Lepas sepatu, Bu?”
Sambil melongok ke dalam, kuperhatikan ruang petak
ukuran 4x4 itu. Lantainya licin dan mengilap, wangi lemon memenuhi
ruangan, buku-buku bertema psikologi tersusun rapi di rak. Tak tampak
poster-poster pembagian –seperti poster Wajib Belajar 12 tahun, Perangi
Narkoba, atau Keluarga Berencana—di dinding, hanya ada satu papan besar
yang ditempeli berbagai jenis kartu pos dari berbagai Negara di dunia. Funky.
“Loh nggak usah, masuk saja, dipakai sepatunya.”
Friday, January 10, 2014
reblog bang kuntawiaji
"Dalam kehidupan ilmu tak ada kata malu. Orang tidak
malu karena salah dan keliru. Kekeliruan atau kesalahan justru akan
memperkuat kebenaran."
— Pramoedya Ananta Toer dalam Bumi Manusia
berbagi (sangat) sedikit
ini isi blognya kalo dibaca lagi kok kadang bikin mikir "aduh, ampas banget ya"
mau ngisi yang berbobot tapi kok ya kesannya gak Galuh banget. yaudah
yang sekarang mau berbagi dikit dulu ilmu yang didapet di Bandung kayak
apa
dulu sempet mikir "kenapa namanya Kalkulus? kenapa gak tetep matematika aja kan sama sama ngitungnya" terus pas tanya itu di twitter ada temen yang jawab "mungkin gara-gara dari awal sampek habis cara ngitungnya pake limit sama integral"
da......nnnn beneran iya. tapi berkat perhitungan Kalkulus, bendungan
yang bentuk dasarnya gak rata itu bisa dihitung. pemikiran simpelnya,
bendungan itu dibagi setipis mungkin biar volume/luas yang didapet super
teliti. di Fisika dasar juga kalo ngitung pake turunan, integral sama
limit. ngitung kuat medan gaya yang tinggal masukin rumus kalo zaman SMA
tuh gak sesimpel itu. pokoknya kita bener-bener dituntut ngerti konsep
dan logikanya jalan. dan satu rumus bisa kemana-mana gitu.
***
karena
aku masuk FTSL, ada mata kuliah PRI (Pengantar Rekayasa Industri).
setiap pertemuan disuruh bikin makalah sederhana, ada yang tentang
ngitung kuat pembatas air dan gimana bentuk yang efisien, ada tentang
bagus mana investasi dari pihak pemerintah atau swasta (kalo pemerintah
itu biasanya kurang terawat dan dananya minim, kalo pihak swasta itu
pasti terawat soalnya kan dia mau cari keuntungan). terus juga ada
tinjau lapangan, aku waktu itu dapet terminal (lupa namanya apa). terus
tanya-tanya gitu fasilitas di sana apa aja dan sebagainya.
***
ada kuliah besar FTSL juga. satu kalimat yang entah kenapa aku inget banget "semua
orang itu salah presepsi, dikira bangunan anti gempa itu bangunan yang
gak akan runtuh saat gempa datang. bukan gitu, bangunan anti gempa itu
bangunan yang memberi waktu buat penghuninya menyelamatkan diri selama
beberapa saat pas gempa terjadi"
***
senior taplok pernah ada yang bilang, "tau
gak kenapa tempat ibadah itu selalu kokoh berdiri walaupun terjadi
bencana? selain karena kehendak Tuhan, itu juga campur tangan anak
sipil. semua orang sipil gak bakal berani macem-macem waktu bangun rumah
ibadah, mereka bakal bangun sesuai perhitungan dan gak akan
dikurang-kurangin, soalnya konsekuensinya itu gede kan nantinya."
***
"kalo bangunan bagus yang dipuji siapa? anak arsi. kalo bangunan hancur yang dicerca siapa? anak sipil" - salah satu dosen
***
"misal
lo anggep demo itu sebuah cara yang salah, ya lo masuk ke dalemnya.
benahi sistemnya. bukannya lo cuma liat dari jauh terus nyerca doang" - mantan kahim arsi
***
"kenapa
kita gak membenahi Indonesia setelah kita bener-bener mampu secara
moral dan meteriil. kalo cuma mahasiswa baru lulus gitu emang kita bakal
dianggep kak? emangnya gak boleh kita kerja dulu di perusahaan asing
terus keluar dan akhirnya ngabdi buat bangsa?"
"hahaha,
semua orang sih bilangnya gitu dulu. nyatanya begitu dapet gaji dari
pihak asing dan hidup udah enak, lupa sama janjinya. dan lagian siapa
yang bilang anak biasa gak bisa merubah bangsa?"
segitu dulu. lupa-lupa inget
ini
video dibikin pas mau jadi panitia OSKM ITB 2013. kenang-kenangan lah,
lumayan. pas bikin video ini aku lagi tes SBMPTN di Bandung, jadi pas
proses pembuatan aku datengnya telat. Si Fani yang tau aku ikutan tes
tak wanti-wanti "jangan bilang anak-anak kalo aku ikutan tes, kalo
ditanya Galuh kemana jawab aja gak tau" dan tiba-tiba dateng telat pol,
pas take video udah mau beres aku dateng dengan santainya "dari mane aja
lo? baru dateng jam segini lagi" | "dari Jalan Ambon ada urusan. biasa
lah pengajian" dan.... mereka semua percaya. tampang emang gak pernah
bohong
selamat!
Semoga selalu dilindungi Allah. diberi kesehatan, kebahagiaan, dan rezeki. Aamiin
#SelamatHariUmmi(k)3Januari
the feeling of being cheated on
pernah ada di suatu masa yang bener-bener benci contek-mencontek, tapi aku sadar, masa itu dateng bukan karena aku sadar itu perbuatan yang salah, itu dateng lebih karena ego pribadi. pernah ada di suatu masa dimana "ketagihan" sama yang namanya contek-mencontek, gak peduli orang bilang apa, gimana, yang penting memuaskan. gak peduli mungkin ada yang terluka atau gimana, yang penting nilai bagus tetep jalan. sampe akhirnya di masa kuliah (yang lama) bener-bener sadar, kalo aku pernah mengalami masa-masa pembodohan itu.
telat sadar, mungkin itu yang lagi dialami. aku juga bukan yang paling suci dan sangat menentang gitu kok. setiap ujian terus ngeliat yang lain babibu dadidu yang ada dipikiranku gini, "oh, aku dulu kaya gini ya? ooh perasaan temen-temenku yang nganut ulangan bersih kaya gini?" dan pas tau hasil, rasanya nyes. berulang kali bilang "hehe, do good anyway, Gal". setiap ada suatu pertanyaan yang dateng yaa aku bilang dalem hati, "kasih tau Gal, dulu kamu juga ada dimasa itu to? daripada mengalami penolakan sosial." aku salah ya? sadar kok. justru sekarang penjahatnya aku ya? hehe iya tau kok. pernah dulu bilang ke temen, lupa siapa, "aku gak nyontek, aku itu tanya atau mungkin bisa juga disebut diskusi" "yakin dia menganggap hal yang sama? gimana kalo ternyata dalem hatinya dia bilang kamu udah ngerampas haknya yang udah mati-matian belajar"
aku juga ada di masa itu, dimana takut dapet hasil gak memuaskan dan ngecewain orang banyak terutama orang tua. sama, aku juga ngalamin. tapi tau gak apa yang lebih tak takutin, "gimana kalo akhirnya aku bunuh pasienku gara-gara ternyata aku gak paham hal ini." bodoh ya, ada hal lain yang harusnya lebih tak takutin. tau apa? Allah. sayang, aku masih belum sealim itu. semoga kita akhirnya bisa takut ke hal yang sama yaa. Ya, semoga.
"Yang penting nilai lo bertambah, bukan skor" -@farizdar- 18 tahun (ditweet oleh Fajar Maynard)
Subscribe to:
Posts (Atom)


