Saturday, October 4, 2014

Si Muggle



beberapa waktu lalu, ada ask ke Pila (temen kuliahku), isinya gini "Ada yang bilang fk itu kayak hogwarts, jadi ada muggle (ortu non dokter), ada half blood, ada pure blood, pendapat u?" aku ngerasa pertanyaan ini lucu banget. asli. kok ya kepikiran gitu FK kayak Hogwarts, tapi terus aku mikir.... ohiya aku muggle ya.

berkecil hati sekali. apalagi kalo denger orang bilang "iya kata ortuku matkul xxx itu emang bla bla bla" atau "iya ini alatnya ibuku". tapi pada akhirnya aku bersyukur, bahwa aku membuka jalan buat keluargaku nantinya mendapat perawatan terbaik di bidang ini (Naudzubillah juga sih jangan sampe sakit). dan dari apa yang aku lihat disekitarku, Alhamdulillah pada akhirnya aku gak mendapat tuntutan harus begini dan begitu. misal nih ya, ada anak yang disuruh bapaknya jadi dokter, soalnya malu kan orang tuanya dua-duanya dokter. atau kalo gak, diwajibin harus spesialis ini itu. atau mungkin ada anak yang kekurangan perhatian orang tua gara-gara orang tuanya pada sibuk ngurusin kesehatan masyarakat banyak. kehidupan itu, kalo terus-terusan ngelihat rumput tetangga emang gak akan pernah habis ijonya, jadi yaa bener-bener belajar bersyukur aja.

***

ngomong-ngomong, aku suka bingung kenapa kami harus manggil "dok" atau mungkin "prof". di bidang lain, orang yang punya gelar prof kok gak dipanggil hal yang sama? apa manggil "bu" dan "pak" itu kurang menunjukkan sebuah penghormatan? atau untuk bedain, yang ini dokter, yang ini suster dsb? buat apa ya? dengan kita bersikap menangani pasien dan pake baju bertuliskan nama kan sudah cukup jelas membuktikan tanggung jawab kita apa? bingung juga sih jadinya, mana suka keceplosan manggil pak atau bu (yaa walaupun gak diapa-aain sih)


yok!



"Memang tidak ada kata terlambat untuk memulai traveling, tapi kalau boleh saya kasih saran, traveling-lah selagi muda! Kalau bisa saya sarankan lagi, traveling-lah selagi single!"
 
 
— Trinity dalam The Naked Traveler 1 Year Round-The-World Trip
(dalam Kuntawiaji tumblr)
 
 

Saturday, September 6, 2014

kultum


mau berbagi info-info sederhana yang bikin aku ngomong "ooo" lumayan panjang, dan aku suka banget denger fakta sederhana ketimbang dosen baca buku paket sampe tuntas (yaiyalah).

"kalo kalian punya jerawat di muka, sebaiknya berhati-hati. jangan dipencet-pencet karena bisa menimbulkan infeksi. infeksi disekitar muka ini bahaya karena bisa menyebabkan infeksi di selaput otak." soalnya ada aliran darah yang nyambung di wajah sama pembungkus otak kata beliau.

"kalo kalian nyetir, baik motor atau mobil, jangan sampai nahan pipis. bahaya. saya pernah dapat pasien yang kantung kemihnya pecah gara-gara terisi penuh terus dia mengalami kecelakaan. akhirnya repot dioperasinya, harus beberapa kali"

daging itu otot, kalo warna hijau di tangan yang orang normal sebut 'urat' itu sebenernya pembuluh vena.

"ini lho yang sering mengalami penyumbatan (yang ditunjuk tanda panah, sumber google) sehingga kebanyakan orang kena serangan jantung. tempatnya kecil sekali memang. dan untuk melancarkan peredaran darah disitu biasanya diambilkan pembuluh dari dari kaki" tapi pas aku liat film Team Medical Dragon, mereka ambil pembuluh darahnya dari pencernaan, gak tau deh yang mana yang bener.


pemicu jantung kita itu adalah sesuatu yang tidak tampak pake mata telanjang. pokoknya ada sesuatu di atrium yang menjalar ke ventrikel yang bikin jantung berdenyut. disebutnya SA node AV node. kalo misal penjalaran dari SA ke AV ini keputus, jantung kalian tetep berdetak tapi gak beraturan.

"manusia ini bisa hidup tanpa limpa. sampai saat ini fungsinya masih belum jelas buat apa"

"makanan kupang itu seringnya beracun lho, itu sebabnya dijual sama es degan. soalnya degan itu penetral racun. kerang-kerangan itu hewan yang berdiam di satu tempat, pergerakannya lambat, makanya kalo dia terpapar bahan kimia, berarti secara terus menerus. kalo ikan kan bergerak-gerak"


mungkin akhirnya kamu?



dalam kurun waktu setahun lebih ini lagi mencari. mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan ke diri sendiri. "kamu bisa apa Gal?" "kamu sukanya ngapain?" "bakatmu apa to Gal?"

liburan di semester 1 pertama kalinya nyoba travelling bareng temen. asik juga, pingin lagi, dan ternyata aku jadi bahagia. selain itu juga sempet tanya-tanya ke Cak Durasim (pusat kebudayaan di Surabaya) tentang les tari tradisional, begitu masuk, kok isinya anak kecil semua. kalo sudah besar katanya harus privat. kurang minat sih, soalnya gurunya cowok, dan yakali aku harus ditemenin ibuku setiap lagi les? sempet tanya juga tentang les dalang (itu lho yang jalanin lakon pewayangan), tapi sampe sekarang belum sempet liat kelasnya kayak gimana. pernah searching juga buat belajar alat musik, awalnya mau biola tapi ternyata perlu waktu lama, sempet minat piano juga, tapi kok mahal. harmonika juga kepikiran, tapi gak ada yang bisa ngajarin.

liburan semester 2 pengen nyoba travelling lagi, tapi ternyata batal semua. gara-gara Nindy sama Peem jadinya pengen nyoba les jahit. ikutan sebuah kursus gitu, sekali pertemuan 5 jam langsung. pulang les rasanya pusing banget, kayak habis kuliah Anatomi hahaha. akhirnya dua kali pertemuan aja terus berhenti. padahal sudah bikin pola rok di kain, sudah dipasangin resleting juga, tapi mandek di tengah jalan. terus akhirnya belajar masak, yang ini belajar pada sang ahli, google. ibuku jagonya kalo masakan tradisional, tapi ntar malah ribet soalnya ibuku pasti pengen ikutan masak juga. yaudah, akhirnya belajar bikin kue sederhana gitu. dan akhirnya aku menemukan kemudahan dan kebahagiaan di masak ini. kalo gagal, aku sedih banget. pernah waktu itu gagal, terus akhirnya semua makanan itu tak makan sendiri sampe aku pingin muntah, terus masuk kamar gak keluar-keluar (soalnya liat Running Man sih) hehehe.

aku pengen coba banyak hal, sampe akhirnya nemuin yang bener-bener pas buat jadi hobby. semoga kedepannya bisa terus nyoba hal-hal baru lagi.


Friday, August 8, 2014

jangan salah fokus



"apa yang kamu lihat?"

"titik kecil mbak"

"ini sama seperti sifat manusia. ibaratnya titik kecil adalah kesalahan, dan sekertas putih itu kebaikannya. kita pasti bakal fokus ke titik itu. lupa kalo disekitarnya juga ada daerah yang putih. makanya kalo seseorang berbuat salah, inget-inget kebaikannya. lembar putihnya, jangan titik hitamnya"

- Mbak Ratih, Mentor bimbingan kerohanian Agama Islam Smala



Saturday, July 26, 2014

ah dasar mama mama



pas pertengahan semester 2, aku pulang kampus biasanya selalu lesu, capek, kayak sudah 100 tahun gak menemukan kebahagiaan gitu (lebay banget sih ini). nah pada suatu hari entah kenapa aku pulang sambil senyam-senyum. kayanya gara-gara ada hal lucu di kampus gitu deh. terus ketauan ibuku lagi senyum-senyum
"hayoo kenapa kok senyam-senyum"
"gak papa, lagi jatuh cinta" (super iseng jawab kayak gini)
"HAH? sama siapa? gimana anaknya? baik ta? salat gak dia? salatnya tepat waktu gak dek?"
"......." super kaget langsung dihajar sama pertanyaan bertubi-tubi gitu, sambil melengos dan agak melotot aku jawab "hal halaah apaseee aku lho cuma becanda"


***


beberapa hari sebelumnya temenku juga cerita hal yang sama. dia disamperin ibunya "mbak, pacarmu itu salat ta?"
"ha? iyaa salat kok anaknya"
"beneraaan ta itu salatnya?"
"ha? iya kok bu beneran salatnya"


sudah memasuki usia, "mama takut anaknya deket cowok yang aneh-aneh" sudah bukan "mama minta pulsa lagi"


Wednesday, July 16, 2014

pengakuan itu gak gampang


"Jangan sampe pemikiran-pemikiranmu itu jadi pembenaran dari sikapmu" kurang lebih gitu kata Mas Sos dulu. bener gak? kebanyakan semua orang zaman sekarang melakukan pembenaran dari setiap tindakannya. contoh simpelnya gini

"nilaiku jelek. soalnya emang susah banget sih, anak itu contekan pas ujian kemarin. makanya nilainya bagus" coba deh tarik dari sudut pandang lain. oooh... ternyata aku kurang belajar. usahaku kurang. atau contoh lain gini "anak itu marah gara-gara aku kata-katain, terlalu sensitif sih dia. lagian kan cuma becanda" lagi-lagi coba lihat dari sudut pandang yang lain. ternyata bercandamu keterlaluan lhoo, ternyata ada banyak kata yang menurutmu biasa tapi ternyata bisa menujam hati orang lain. akui, terus minta maaf. perkara dia memaafkan atau gak itu urusan dia sama Tuhan.

pengakuan itu gak gampang. apalagi pengakuan terhadap sikap diri sendiri. jangan pernah melakukan pembenaran terhadap kesalahan!


Sunday, July 13, 2014

ini gak menye kok. asli. cuma random



jadi selain mendalami ilmu kedokteran, semester inipun menjadi ladang untuk mendalami









Bukan, bukan saat melihat ke atas. Tapi saat melihat kebawah.

Friday, July 11, 2014

mimpi sedikit laaah



jadi tadi siang ngobrol sama Nindy Abim di kampus, ngomongin tentang kesehatan jiwa gitu. si Nindy kan emang pengen banget jadi spesialis jiwa.
"kok mau sih Nin? jiwa kan gitu itu ntar kuliahnya, belajar jadi gila terus dosennya juga nyeleneh"
"makanya harus jadi psikopat biar bisa mengerti jalan pikiran mereka"
dan entah kenapa setelah denger kalimat itu aku langsung mikir "IKI SANGAR PEK".

jadi bagian dari tim penyelidik itu kayak cita-citaku banget akhir-akhir ini. bikin pertanyaan jebakan - ngebaca gerak gerik lawan - liat tanda tanda klinis mereka (pembesaran pupil, arah mata, pergerakan mulut). aah gitudeh pokoknya keren. pernah liat Mr. Brain belum? yaah semacam itu, jadi mereka belajar baca bahasa tubuh, kayak misal pas seseorang melakukan kebohongan itu dia bakal mikir dengan mata condong melirik ke kanan dsb. kalo di film ini, hal-hal kayak gitu lebih ke arah neurologis, jadi mempelajari otak dan sistem saraf. atau mungkin pernah nonton Lie to Me? aku pernah nonton 1 episode doang sih tapi sangat mengena. yaa pokoknya film-film detektif spektakuler kayak Sherlock Holmes gitu juga bisa.

awalnya sempet pingin forensik, apalagi pas belajar etika kedokteran. biar bisa menentukan seorang bayi meninggal saat sebelum atau sesudah melahirkan itu kerjaan orang forensik lho. simpel aja, nanti paru-paru bayi itu dimasukkan di air, kalo timbul gelembung berarti bayi itu sudah pernah menghirup udara bebas di luar perut (takjub banget pas dijelasin sama dosenku, padahal kayanya biasa aja ya haha). tapi aku sempet khawatir kalo bakal dapet hidup kurang nyaman dengan jadi ahli forensik.

jadi kan forensik itu sangat berurusan dengan hukum, nanti kamu selama beberapa tahun nempuh studi hukum dan dapet gelar SH juga kalo mau berkecimpung di sini. aku pernah denger cerita tetanggaku kalo dia hidupnya gak nyaman karena dia pengacara terkenal yang sering menangin perkara. yagitudeh, hukum itu salah satu tempat kotor juga, bisa main suap, ancaman terhadap keluarga dan semacamnya kan. makanya serem juga. tapi tadi Abim bilang
"lho namamu kan gak bakal disebutkan"
gitu sih. terus langsung seneng. cuma setauku bukti dari forensik itu harusnya juga diberitahukan dari siapa, ah gak tau deh.

tapi sampe sejauh ini kalo ditanyain orang-orang aku masih jawab anak, jantung atau bedah gitu-gitu. padahal kalo aku lagi di kamar dan aku mikir sendirian seringnya kayak gini "dengan berakhir dapet gelar dr. aja seumur hidup aku tetep harus belajar soalnya penyakit itu dinamis. gimana aku kalo nambah sekitar 5 tahun lagi belajar dipendidikan formal. capek pasti. yaah tapi gak papa laah mimpi sedikit, siapa tau bikin semangat"

tapi pada akhirnya, impian jadi seorang "dosen super asik" dan "herbalist" masih tersimpan sih. yang pertama, soalnya aku sering bosen banget di kelas dan merasa cara penyampaian dosen terlalu monoton dan kurang mengena, kalo yang kedua gara-gara aku suka yang alami-alami, dan obat itu masih jadi hal yang lumayan mengerikan sih bagiku.

yaah sekian dulu mimpinya. biar dijawab Allah bagusnya yang mana. sekarang ditulis di blog dulu, ntar beberap tahun lagi dibaca lagi terus sambil ketawa dan bilang "astaga Gal, kon lapo?"


Wednesday, July 9, 2014

aku melarikan diri



masih gak jauh dari ngomongin semesteran kemarin. semester ini softskillku mengecewakan, aku ninggalin RBB (Rumah Bermain dan Belajar) yang udah jadi tanggung jawabku. pas paket 3 mulai muak sama yang namanya belajar. terus membuka diri ke dunia luar (agak lebay sih ini)

pertama, ikutan MUN.
"mik, aku ikut acara anak HI yaa. simulasi sidang PBB gitu"
"ohiyaa nak ikut aja. ikut" (nadanya semangat banget, mungkin kasihan liat anaknya kok belajar terus gak ada hiburan.)
awalnya diajakin Agas. yaudah deh sok-sok gabung aja. ternyata..... acaranya gaul banget. diajarin cara bikin paper lah, terus ada blogger handal juga. setelah itu simulasi sidang PBBnya, baru tau kalo itu ternyata ribet banget. disana merasa.... sampah. "ini emang keren, tapi kok kayanya aku gak mumpuni sama sekali di bidang ginian" akhirnya hari kedua aku gak ikut.

kedua ikutan komunitas instagram.
yang ini diajakin temen anak sipil ITS.anaknya ramah-ramah. pas pulang dari sana aku ngecek ig mereka kan, GILA LAH mereka udah anak pro banget. followers udah bejibun. fotonya bagus banget. malahan salah satu dari mereka suggested user instagram (anak yang difollow sama instagram langsung). yaaah, amat sangat merasa sampah mengingat aku bikin instagram aja kayanya barusan banget. tapi yaudahlah, nambah pengalaman sama nimba ilmu dari para master.


terus ikutan jadi pembina buat pengkader penderita tuberkulosis. ini disuruh sih, awalnya males. tapi yang ini bener-bener dapet pengalaman baru banget. dateng ke rumah warga yang gangnya (maaf) kecil. sungai yang ada di samping jalan gak ngalir dan banyak sampah. pas masuk ke rumah penderita TB Astaghfirullah miris banget. kerasa pengap, lembab. terus pasiennya tiduran gitu semacam di ruang tamu. pasien bilang kalo kerasa sakit, gula darahnya tinggi juga 300an kalo gak salah. udah gitu pasien ini ngebuang ludah di baskom isi pasir. padahal harusnya pasien TB itu gak boleh buang ludah sembarangan soalnya bisa nyebarin kuman, tapi kalo kena cahaya matahari langsung, kumannya bisa mati.

yang terakhir, tanggung jawab yang aku abaikan sekitar 3 bulanan di RBB. pas udah ngajar lagi rasanya seneng.


kenapa ya bagi waktu itu susah? mau punya kehidupan sosial yang bagus, mau punya banyak hal yang bisa diceritain ke anak cucu kalo udah tua nanti, bahwa hidupku membahagiakan dan penuh tantangan. aku gak mau suatu hari nanti aku cuma cerita kalo hidupku penuh dengan belajar. aku dapet A+ disana sini. aku gak punya pengalaman apa-apa selain dengerin dosen, belajar di rumah, dan mungkin bagi beberapa anak merasa sedang bersaing dengan teman seangkatan. tapi disisi lain, salah satu cara buat orang tua bahagia adalah dengan dapet nilai bagus, bahwa belajar itu bagian dari tanggung jawabku. bahwa aku ini masih jadi tanggung jawab orang tua. kadang aku sering ngerasa "harus ta? kok kedengerannya gak aku banget". tapi lagi-lagi, pas aku ngomong "aku" di sini bukan tentang individuku aja, tapi menyangkut banyak orang yang aku sayang.


noted



"Jangan sampai ucapan-ucapan kita, walaupun benar, membuka aib orang lain."
Quraish Shihab (dalam Kuntawiaji tumblr)

Monday, July 7, 2014

hah koplak



"ahh gimana mau punya pacar kalo tiap pulang kuliah bau formalin gini"
"udah gitu kerjaannya anak FK cuma duduk-belajar-makan-tidur aja ya Mip. gimana gak gendut"
"iyaa, olahraga gak ada waktu lagi"


"enak ya Mip, anak FKG bisa main ke ITS cari pasien sakit gigi. lha kita cari apaan coba?"
"cadaver" (read: mayat)


"enak ya punya pacar anak FK"
"ha? kenapa emang Dir?"
"yaa dia ngerti kalo kita bau formalin. kalo anak jurusan lain kan ngiranya kita bau apaan. terus ntar diputtusin"
"......"


lagi ngurusin lemak di cadaver
pulang dari praktikum Ucupa update "ngurusin lemak sendiri aja gak becus, malah ngurusin lemak cadaver"

setelah ngebuka usus besar yang isinya adalah bakal eek
pulang dari praktikum Ucupa update "setelah ngeluarin tai cadaver, saatnya ngeluarin tai sendiri"

Semester 2



gak tau harus mulai cerita dari mana tentang semester dua ini. pas aku lagi ngobrol sama temen-temen lama, semua selalu nanya "sudah belah mayat belum?" "gimana rasanya?" "serem ya pasti" akhirnya di semester ini bisa jawab juga pertanyaan semacam itu. jawabannya "iya sudah belah mayat" rasanya gimana? hmmm....

berbekal pengalaman semester 1 dan praktikum di kampus yang lama, pertemuan pertama praktikum itu selalu hanya... perkenalan. makanya hari pertama praktikum anatomi aku super santai. cuma bawa jas lab aja (padahal harusnya bawa sarung tangan sama masker. mengingat di ruang praktikum anat -singkatan anatomi- itu bau formalin). kedapetan praktikum jam 7 pagi, nyampe di ruang praktikum lha kok..... ternyata sudah berbaring cadaver (bahasa medis mayat) di tiap meja. satu kelompok dapet 1 cadaver, dan tiap kelompok sekitar 12 orang. kaget? banget! takut? gak usah ditanya.

Ya Allah, dalem hati nih aku baca doa terus. kata kakak kelas, hari itu cuma perkenalan aja sama cadaver. jadi yaaa sambil berdoa, sambil berharap kalo hari ini cepat berlalu. pas dosen dateng ngasih pengarahan, ternyata disuruh menguliti cadaver. harap-harap cemas, nyobain tuh namanya ngulitin cadaver. nyeeeeeeesss, mata langsung kerasa banget pedesnya formalin pas lagi ngulitin. gak kebayang deh itu bakso formalin gimana perihnya ke organ di dalem tubuh. pas lagi ngulitin nih, sebelumnya sempet minta maaf gitu aku secara pribadi "maaf ya pak maaf" mau sedunia bilang aku konyol juga yaudahlah, tapi beneran serem sih pertama kali ngerasain ginian.

lama kelaman..... perasaan yang timbul ini bukan serem ke cadaver, tapi ke pelajarannya. harus ngehabisin satu buku seukuran A4 (sekitar 100an halaman) dalam waktu satu bulan. kamu bilang tipis? ya emang sih, tapi coba liat isinya. gils lah, gak bahasa manusia. setiap-kata-adalah-penting. fix. misal nih kamu mau ngomong hatimu itu ada dimana, jawabannya bisa macem macem, dia berada di profundus (dalam) dari xxx, dia di superficial (permukaan) yyy, dia berada di lateral (pinggir) zzz dan sebagainya.



suka becanda ke temen "gila, belajar sampe rasanya pengen muntah aja" eeeeh malah kejadian. h-1 ujian anat aku muntah beneran di kamar mandi. ohiya mau cerita dikit, pas di kampus lama aku sering banget ketiduran pas lagi belajar bareng temen terus pas bangun rasanya kecewa banget soalnya ketiduran. kalo pas disini, aku ketiduran rasanya.... mau mati. hahaha gak deng becanda. terus pas di kampus lama nih banyak anak sering-main-tapi-logika-bagus-dan-jenius, kalo disini aku-tertekan-temanku-hafal-satu-buku. gils gak? banyak banget yang hafal mati satu buku itu isinya apa. 

semester 2 nih entah kenapa terasa berat bagi banyak anak, termasuk aku. padahal kalo dipikir tugasnya cuma belajar. CUMA PEK KATAKU. nih ya, tugas paling bikin laporan kelompok sebulan sekali (namanya modul). laporan praktikum gak pernah ada, PR gak pernah ada, tugasnya ya belajar. titik. segitu beratnya sampe tugas belajar ini rasanya gak habis-habis. tapi sebenernya, kalo waktunya banyak, anat itu menyenangkan. coba aja waktunya banyak dan bisa belajar pelan-pelan. sering lho aku mikir di ruang praktikum "Ya Allah ini keren banget asli gak bohong" (pas lagi megang jantung manusia, organ dalam manusia, sampe ngebersihin eek manusia di usus besarpun aku takjub. dan yang lebih takjub lagi pas aku megang otak. merinding!). Maha Besar Allah banget lah!

makanya kalo ada anak FK nyeritain cuma bagian tersedih dalam prosesnya, kemungkinan besar dia lupa bilang bagian bahagianya. mungkin lho ya. maklum, hal yang paling diinget manusia itu hal tersedih dalam hidupnya, kata orang.

***

disaat yang lain, ada praktikum namanya histologi. ruangannya ber AC, dosennya sabar,  kerjaannya cuma ngeliatin mikroskop doang.

selain itu ada ketrampilan medik. langsung ngerasa sok iyee banget belajar ini. pake stetoskop, tensimeter, hammer reflek.

part paling greget menurutku itu kunjungan rumah sakit ke bagian ROI (ruang observasi pasien). ruangnnya berbau khas, hatiku miris banget liatnya. gak bohong deh. di ruangan itu kebanyakan pasiennya gak sadar. terus kita ngecek kesadaran mereka pake skala, ngecek detak jantung, ngecek respirasi. bayangin, disitu ada orang yang dalam keadaan gak sadar nih nafasnya kalo orang jawa bilang "kejet-kejet" (semacam pendek-pendek gitu). terus aku sempet disuruh ngitung denyut nadi, pasiennya agak berontak soalnya kerasa sakit gitu kali yaa pas tangannya aku pegang, aduh kasian banget pokoknya.

pas kecil, setiap aku liat dokter jaga selalu mikir mereka hebat. tapi entah kenapa pas kunjungan rumah sakit yang ada aku ngerasa kasihan. yang ada dipikiranku kayak gini "sudah berapa lama ya mereka gak tidur? sudah dimarahin senior berapa kali? dan yang paling sedih..... sudah kehilangan berapa nyawa mereka hari ini"

semester ini, aku bener-bener ngerasa sangat melankolis.



Tuesday, May 20, 2014

kan...


beberapa minggu lalu sekitar h-7 ujian Human Structure dan Anatomi paket 2 menghantui, Ibuku tiba-tiba masuk ke kamar dan tanya "Gimana dek? enak disini atau di ITB" lumayan kaget dapet pertanyaan kayak gitu ditengah suasana mencekam kayak gini. terus aku jawab jujur "Sama enaknya. ada plus minusnya sendiri-sendiri hehehe. kenapa emang?" "Gak papa tanya aja". beberapa hari sebelumnya Ibuku juga sempet bilang "sudah sibuk ya sekarang. kamu tidur, Mik bangun. kamu bangun, Mik udah tidur. kamu bangunpun lagi belajar. nanti pas ada Sabtu Minggu, eh malah ke kampus buat praktikum."

yaudah, sedih dengernya. uang saku masih minta, belajar masih males-malesan, bahagiain belum bisa, ngajak ngobrol malah jarang. sekarang udah gak punya cerita lucu buat Ibuku, emang udah gak ada yang lucu lagi pas kuliah. adapun juga berbau-bau medis kali becandanya. bahagiain orang tua sendiri aja belum becus mau sosoan cari pria idaman. ah Gal!


Sunday, April 13, 2014



ALLAHUAKBAR, merinding liat video ini

 

Monday, April 7, 2014











Selamat tambah tua, selamat yang ke dua puluh tahun. Alhamdulillah masih dikasih kehidupan sampai sekarang, masih bisa mikir, bahagia, sedih, jatuh, bangkit. Semoga makin dewasa ya Gal!

capek ah



capek sama pertanyaan sekelas "berat mana kuliah di ITB sama sini?" "mending ITB kan" "dibilangin kok sini aja". duh yaa, terlalu banyak orang sok ngerti tentang kehidupanmu. akui aja, kuliah dimana-mana itu susah kan? waktu anak FK begadang buat hafalan, anak teknik juga begadang ngerjain tugas to? anak ekonomi juga begadang ngerjain paper? anak-anak yang lain? coba kasih tau sini, jurusan apa yang hidupnya santai terus gak ada tugas. kalo kamu bisa nyebutin, aku yakin itu bukan gara-gara jurusannya santai, tapi anak-anak yang ada di dalemnya membawa itu sebagai sesuatu yang memang bukan beban.

semua kuliah itu sama susahnya, cuma bedanya, di FK itu perkuliahan berlangsung lebih lama. anak sipil pernah gak tidur demi gamtek, anak arsi pernah gak tidur demi tugas gambar, anak HI pernah gak tidur demi bikin paper, anak seni rupa dituntut kreatif dan berhasil menyalurkan kreatifnya, anak bahasa dituntut bisa berkomunikasi, anak ekonomi dituntut berpikir kritis dan tahu selera pasar. aaaah capek kalo nyebutin semua. kalo ada anak yang ngeluh bukan berarti beban hidupnya yang paling berat kan? akui aja, manusia itu gudangnya ngeluh. dia bisa ngerasa hidupnya berat soalnya dia gak pernah dan gak bisa ngerasain jadi orang lain? admit it, you find your own difficulties.


yoma!!!


Pengen jadi traveller atau backpacker. pengen menjelajah Indonesia. kalo ada waktu, uang dan kesempatan pengen menjelajah dari Sabang sampai Merauke. pengen ke puncak gunung tertinggi  atau nyelam ke dasar laut sekalian. Yang ini memang wajib dilakuin, karena aku jatuh cinta, setiap kali aku berpetualang!


Bandung, I'm in love


ke Bandung di liburan semester 1 kemarin rasanya beda banget. super menyenangkan!!! pertama, selain ketemu  temen lama, aku muterin Bandung sendirian buat belanja-belanja beberapa baju sama kerudung. pergi sendirian ke Pasar Baru, sama ke Baltos. kata temen-temenku aku kasian soalnya pergi sendirian, tapi kok aku malah bahagia ya? bebas kemana-mana gitu rasanya.

hal yang paling dikangenin itu makan Bubur Serbu Rame, asli menurutku itu enak bangeeeeet. walaupun harganya agak mahal sih. selain itu aku juga bolak-balik kosan ITB dalam beberapa hari, hawanya ITB ini yang bikin kangen bangeet, adem-adem gimana gitu. terus ketemu temen-temen lama yang udah pada pake jahim. makin keren lah mereka huhu. ke Bandung yang sekarang aku bener-bener niatin buat liburan, makanya aku puas-puasin makan-makanan yang tak kangenin kayak addict tea sama mager lo (makanan sama minuman khas Bandung)

beberapa hari kemudian si Nindy sama Dinda nyusul. lebih seru lagi semenjak mereka dateng soalnya kita keliling Bandung sama Lembang. hari pertama kita dateng ke Crafty Days, ini acara pameran craft yang udah terkenal banget di Bandung, kita kesana sama Susi. bagus-bagus bangeeeeet barangnya!!!! parah!!!! aku emang ke Bandung tanggal segitu biar bisa liat pameran ini, gak nyesel pokoknya :')


hari setelahnya keliling Lembang. pergi ke Boscha, tempat impianku dari kecil banget gara-gara Petualangan Sherina (walaupun sayang gak bisa masuk ke dalem). ohiyaa kata Dinda, setiap sebulan sekali, Boscha itu terbuka buat umum sampe kedalem-dalemnya. aku gak tau deh hari apa, kapan-kapan mau nyoba pokoknya, harus!!!

Wednesday, April 2, 2014


Kau tahu? Aku sedang menikmati setiap inchi sakitnya. Selamat berlabuh lagi, masa remajaku...


Sunday, February 16, 2014

Percobaan pertama


Liburan ini rencananya pengen backpacker entah kemana. Berulang kali ngemis ke Brudin biar diajak naik gunung tapi jadwalnya dia selalu gak pas huhu. akhirnya masang status di line terus banyak yang komen. jadilah akhirnya aku ke Kawah Ijen sama Pantai Papuma.

Aku ke sana naik mobil temen, judulnya gak jadi backpacker tapi travelling. Sampe disana sekitar jam 10 dan kita akhirnya daki sekitar 2 jam. aku gak nyangka kalo ke Ijen itu perlu daki segala, kalopun daki ya bayanganku cuma sekitar beberapa menit eh ternyata 2 jam. awal-awal pendakian, masih landai plus santai gitu. lama kelamaan kemiringannya jadi 45 derajat atau mungkin udah 60 derajat kali ya. bener bener ngos ngosan. awalnya aku mikir aku yang bakal sering istirahat. eh ternyata aku paling semangat, mungkin gara-gara ini pendakian pertamaku kali ya. perjalanannya kabut banget, pas udah mau mendekati puncak Subhanallah bagus banget pemandangannya!!! jadi pas dipuncak itu kanan jurang yang pemandangannya bagus, kiri kawah yang pemandangannya gak kalah bagus. kejar-kejaran gitu sama kabut, jadi bisa liat sebentar doang tapi gak sempet foto. pokoknya pas dipuncak itu rasanya "Ya Allah pendakianku gak sia-sia, bagus banget"



Ada kejadian pas disana. jadi di kawah ijen itu ada batas turun ke kawah buat pengunjung. tapi waktu itu Afida Ilham sama Adi ikutan tour guide (yang mandu bapak-bapak kuli belerang) ke kawah bagian bawah buat liat-liat tanpa sepengetahuan temen yang lain. dan emang dipuncak lagi berkabut banget jadi jarak pandang gak jauh dan lagian kita semua sibuk foto-foto. Adi tiba tiba balik dengan keadaan sesek nafas gitu, soalnya dia asma. terus dia bilang tolong susulin Afida sama Ilham, soalnya mereka gak balik-balik. akhirnya aku Ghani Tita Camila nyamperin ke kawah bagian bawah (padahal sudah ada tulisan dilarang turun). Bau belerangnya nyengat banget dan dari atas kalo kamu lempar batu ke bawah, kamu gak bisa denger suara batunya sampe daratan. aku dag dig dug. perjalanan ke bawah itu licin banget dan pas udah sampe bawah terus kamu ngeliat ke atas kamu bakal ngerasa "Ya Allah kalo ini sewaktu-waktu runtuh gimana" aduh aku berdoa terus dalem hati "Ya Allah IP ku belum keluar :(" gak gitu juga ding doanya. Takut mati di travelling pertamaku. Astaghfirullah. begitu sampe di bawah, Ghani sama aku marahin Afida Ilham. ya jelas lah mereka terbukti egois dengan nyuruh Adi balik sendirian padahal dia asma dan bikin khawatir anak-anak lain cuma buat "disini lho bagus pemandangannya buat foto" DARN!!! Tapi berkat mereka aku punya pengalaman super sueeeru di Ijen. Turun ke bawah kawah padahal itu larangan haha.

besoknya kita ke Tanjung Papuma. Bagus, tapi gak sebagus yang aku bayangin soalnya di tepi pantai itu banyak orang jualan dan terkesan kumuh. kayak kurang tertata gitu. Padahal bagus banget lho dari pasir sampe ke pantainya, masih bersih. dan semoga selalu bersih





NB: maaf kalo fotonya standart. Bagiku, kamera paling indah dan paling jujur itu tetep mata manusia hehe

Jangan ditiru



Hal yang sering menakutkan diri akhir-akhir ini, "Gimana kalo aku bakal gini gini aja. Bilangnya taat Tuhan tapi keadaan masih gini-gini aja."



Tuesday, February 4, 2014

semester 1


Alhamdulillah semester 1 sudah terlewati. belajar apa aja Gal? Alhamdulillah banyak. belajar mental terutama haha. Di Unair ini pake kaos itu gak boleh, jadi agak males juga pake kemeja padahal Surabaya panasnya kadang gak ketulungan. karena aku pake kerudung, jadi kadang kalo aku pake kaos itu gak ketauan, saking seringnya pake kaos, salah satu temenku pernah nyeletuk "kayanya se FK ini yang pakaiannya paling nyantai lo deh Gal, pake kaos mulu. pake running shoes lagi"

Semester 1 ini masil belajar pelajaran dasar. Biologi dasar, Etika Kedokteran, PPKn, Agama, ISBD (maaf lupa ini singkatannya apa, pokoknya belajar tentang kehidupan gitu), sama PBL (semacam studi kasus perkelompok, bikin laporan, dipresentasikan, terus ntar ada ujiannya).

pertanyaan yang sering ditanyakan banyak orang adalah, "sudah belah belah mayat?" jawabannya belum. sejauh ini yang sudah dipelajari tentang sel-sel, terus alat reproduksi pria dan wanita. praktikum biologi dasar itu biasanya ngumpulin laporan berupa gambar. jadi sejauh ini aku sudah pernah gambar alat reproduksi pria. waktu kuliah, ditunjukin alat reproduksi cowok cewek dalam bentuk gambar dari mulai yang sehat sampe yang penyakitan. waktu ditunjukin gambar itu, sekelas lebih ke arah hening atau mungkin miris kalo misal ada penyakitnya. aku bisa ngebayangin kalo gambar itu ditunjukin ke anak teknik atau anak jurusan sosial, mereka pasti cekikikan gak jelas (maaf ya suudzon hahaha). aku juga ada praktikum analisis semen (sperma cowok), baru ini aku ngeliat sesuatu yang gerak di mikroskop. selama ini kan cuma liat irisan bawang dan semacamnya aja. disuruh nyium bau sperma juga pek, tapi aku gak nyium sih haha. belajar syndrom sama penyakit-penyakit genetik gitu, tentang dia terpaut dikromosom apa, ciri-cirinya gimana. asik juga yaa ternyata. yang gak asik itu pas ujiannya. padahal ini masih gampang gitu kata senior, gampang banget malah katanya tapi aku lumayan ngerasa kesusahan hehe.


kalo etika kedokteran belajar cara menangani pasien. kalo menangani pasien itu harus dengan persetujuannya dia, kalo msal dia sudah cukup umur (aku baru tau jadi ntar kita ada tanda tangan kontrak gitu. kedokteran nyebutnya 'informed consent'). dan ternyata memang kewajiban semua dokter buat merawat keluarga dokter lain seperti keluarga sendiri (ada di sumpah dokter) makanya kadang kalo tau dia anak dokter siapa gitu biaya dokternya jadi gratis (biaya dokter yaa, bukan biaya rumah sakit). belajar juga cara menangani orang gawat darurat, siapa aja orang yang termasuk gawat darurat, dan mana yang harus ditangani lebih dulu (yang ganggu pernafasan, sirkulasi sama sistem saraf yang didulukan). ohiya kedokteran itu bilang "mati" bukan saat gak ada nafas atau gak ada detak jantung, itu namanya mati klinis yang masih bisa ditolong sama 'resusitasi jantung paru otak', nah kalo mati secara biologis itu mati batang otak. yagitudeh pokoknya.

semoga bermanfaat yaa semua ilmunya di semester ini Aamiin. 


sayang orang tua



beberapa hari lalu jalan-jalan ke kota lain naik mobilnya Ghani (cerita tentang jalan-jalannya kapan-kapan yaa), terus supaya menjaga Ghani tetep bangun akhirnya semobil ngobrol bareng. entah kenapa kita masuk ke topik tentang orang tua gitu. ohiya kenalin dulu, Ghani ini anak 2012 yang akirnya jadi 2013 kayak aku dan dia menghabiskan 1 tahun merantau ke Medan. Inti pembicaraannya gini

"Merantau itu bikin lebih menghargai waktu bareng keluarga ya Gal?"
"Iya banget Gan!!!"
"terus diumur-umur kayak kita gini udah mulai nunjukin rasa sayang ke orang tua. udah gak malu lagi buat nyium orang tua di depan umum, atau meluk atau gimana."
"IYA BANGEEEET GAAN!!!"

seriusan deh, aku gak tau ini tentang aku pernah merantau atau gak, tapi aku ngerasanya semenjak aku besar ini aku mulai nunjukin rasa sayang. bukan jadi anak SD yang malu dicium mama di depan umum, bukan, sudah bukan jadi yang kaya gitu.

kalo kata quote di tumblr, "We are so busy growing up, we often forget that they are also getting old"


Monday, January 27, 2014

SMA








kalo deket berantem kalo jauh kangen hahaha. sebahagia ini lho "ketemu ngobrol ketawa, walaupun saling ngetawain". terus kayanya aku ngerasa setiap ketemu mereka itu ngalamin hiperaktivasi #jegher

kasian



beberapa hari lalu ketemu Agas, anak fakultas sebelah jurusan hubungan internasional. emang udah jadi langganan gitu ketemu sahabat lama yang satu ini terus (sok-sok) ngobrol tentang politik. sebenernya gak ngobrol juga sih, lebih ke aku yang minta penjelasan hehe.

"Gas, Anas Urbaningrum itu beneran korupsi?"
"Lah kan aku udah bilang Gal, korupsi itu sesuatu yang kadang sepele."
"beneran gitu Gas? kapan hari aku liat Mata Najwa cuma ngasih gambar sepatu doang ke ketua KPK padahal tamu yang lain dikasih sepatu beneran. takut gratifikasi katanya Gas"
"kamu udah tau belum, gitarnya Jokowi dari Metallica disita sama KPK?"
"ASTAGA..... segitunya"

dulu pas zaman di Loedroek ITB adan senior angkatan 90an dateng terus cerita
(pake Bahasa Jawa) "pokoknya pas kuliah ini temukan jati diri sama tujuanmu. aku udah kerja gini baru ngerasain, doakan aja semoga tetep di jalan yang bener ya"
dan aku mengartikan kalimatmu sebagai "yah ternyata dunia kerja gak sebahagia itu ya"

terus jadi inget pas kecil entah kenapa aku inget salah satu sinetron. jadi sinetron itu nyeritain seorang suami yang dipenjara gara-gara kasus korupsi. tau gak ternyata siapa yang bersalah dari dipenjaranya dia? istri sama anak-anaknya sendiri. "pa, tas merk ini udah keluar lhoo aku mau beli. uangnya mana paa" "paa, kakak mau beli mobil buat sekolah" "paa, adik mau jalan jalan sama temen-temen paaa" terus bapaknya setres dan akhirnya korupsi biar orang-orang rumahnya bahagia. kasian yaa...


 

dalem...



"Dokter itu kan decision maker, tapi kita kadang masih sering bingung mutusin hal-hal sepele" 

Dira, 18 tahun. Bingung mau makan di kantin mana



Friday, January 24, 2014

yeyek



(postingan sok sok melankolis)
ini tentang yang mereka, para remaja zaman sekarang, sebut 'cinta' (ceilah)
dari dulu sampek sekarang nih, misal ditanyain cinta itu bagaimana mengapa apa atau kapan bahkan mungkin siapa jawabannya tuh gak tau. klise ya? seriusan deh. grafik perasaan itu naik turun kan? kadang bisa di atas banget, terus siapa tau bakal ada di bawah banget pada akhirnya. dan selalu bertanya-tanya "lho lho lho, cinta kayaknya gak gini deh gal" begitulah. bingung? yaudah sama.

misal kamu gak punya pacar, sebagai remaja yang kekinian pasti pengen ngerasaan. wajar. aku juga kok. perasaan paling awal saat kamu akhirnya mengatakan ya (atau mungkin gebetanmu mengatakan ya, bagi pria yang membaca ini) adalah "yah, penasaran itu sudah terjawab. sudah" dan kamu bingung setelahnya ngapain atau gimana mengapa siapa apa kenapa kapan *halah*. kalo kata psikolog, "perasaan menggebu itu ada pada 9 bulan awal, setelahnya adalah komitmen" prok prok prok, kemungkinan iya kemungkinan gak.

tau gak manfaat pacaran itu apa? setelah sekian lama bagiku jawabannya cuma satu, 'ada orang, selain keluarga, yang secara jelas sayang sama kamu (nampaknya sih begitu)' atau mungkin membangkitkan percaya diri 'yaa, aku ada yang mau ya ternyata' ATAAAAAAUUUU kalo ente mau sok sok heroik "belajar mengerti dari pacaran" duh duh duh klise, bagiku yaa yang pertama itu tadi kayaknya paling pas mungkin buat hampir semua orang.

kalo kata si Havid, "bagiku gal, pacaran itu biar bisa bilang 'kamu kan pacarku, kok (isi dengan hal yang tidak bisa dilakukan ketika pacaran, main sama temen misalnya) gitu sih'"
tapi aku bukan orang yang gak melakukan itu sama sekali atau melarang banget itu. aku lho juga pernah ada di sana dan siapa tau suatu hari nanti juga difase itu lagi.

ohiya, balik ke masalah cinta. jadi cinta itu yang gimana? jawabannya sampek sekarang masih gak tau. pernah mentoring kerohanian pas SMA, terus tanya
"mbak, katanya manusia hidup berpasangan, kok jumlah cewek sekarang lebih banyak sih?"
"ada yang bilang, karena pria pria itu banyak terbunuh pas zaman Nabi Musa"
"terus yang kita nikahi nanti pasti jodoh kita gak?"
"ada yang bilang belum tentu, jodoh kita itu ntar dipertemukannya di akhirat"

tuuuuuuuh kan, dari tadi nyambungnya kemana-mana. yaudahlah emang lagi so random. maaf yaaa 



Sherlock



Jadi, setelah keracunan bukunya, sekarang aku keracunan TV seriesnya berkat sang bandar Aya. ditengah-tengah UP sempet-sempetnya coba namatin Sherlock. TV seriesnya ini memang kekinian banget, mirip bukunya walaupun banyak buanget yang diganti. agak kaget si Mycroft kurus soalnya penggambaranku selama ini dia gendut terus gak senyebelin itu. Kaget juga Moriarty kok kekanakan kalo ngomong, padahal dia itu pembawaannya tenang penuh taktik gitu. nangis ketawa haru heran jadi satu banget lah pokoknya. Aku menikmati semuanya, semuamuanya tentang Sherlock Holmes entah itu buku tv series film layar lebar. Dan..... akhirnya aku tau siapa yang bikin aku jatuh cinta, Sir Arthur Conan Doyle. Salam Vatican Cameo!


Tuesday, January 21, 2014

Nak, Ibu Ingin Bicara Soal Milih-milih Perempuan…

direpost dari sini


Ini yang bisa ibu katakan mengenai petunjuk umum secara garis besar ketika itu menyangkut calon istri…

-  Look for the right chemistry. Kalian akan tahu itu ketika bertemu dengan yang cocok. Kalian akan menyadari bahwa rasanya masuk akal kenapa selama ini yang lain kurang menarik, dan ada sesuatu yang rasanya kurang sebelum bertemu dengannya.
Ada pesona tersendiri yang dibawanya yang memang melekat dalam dirinya tanpa dibuat buat.  Ibu pikir dulu ayahmu jatuh cinta dengan ibu karena diantara teman teman calon dokternya yang lembut feminin, tiba tiba nongol seorang wanita yang lain dari yang lain. Yang bisa memanjat pohon dan berantem dengan sangat baik….  Rupanya pria kalem yang tenang itu tergeletak tak berdaya dengan seorang gadis blak blakan yang kalau makan tidak pernah malu malu, dan bisa menyatakan pendapatnya dengan jujur,  sekalipun harus berbeda… Siapa yang bisa menyangka ? Tanya ayahmu soal chemistry… ibu tidak pernah bosan mendengar cerita klasik bagaimana dia jatuh cinta dengan ibu…

- Nilai kebaikannya bukan semata dari cara dia memperlakukan kalian, tapi bagaimana dia memperlakukan orang lain, terutama mereka yang lebih tidak beruntung dari dirinya.
Tentu saja wanita akan baik kepada pria yang dicintainya.  Kebaikan sejati itu dinilai dari bagaimana dia bersikap dan memperlakukan orang lain. Apakah dia adil dan jujur ? Apakah dia penuh belas kasih ?  Bagaimana dia menghormati orang tua dan memperlakukan teman temannya ? Dengan siapa dia bergaul ?. Bagaimana gaya hidupnya ? Apakah dia bisa tersenyum sama lebarnya ketika diajak makan di restaurant mahal  ataupun di warung Tegal yang murah meriah ?.
Perlu waktu untuk menilai ini semua. Tapi kalau soal jodoh, selalu ibu katakan, jangan merasa diburu buru.  Take your time… give time enough time.

- Pilihlah wanita yang mampu menertawakan dirinya sendiri. Ini kemampuan hebat yang sangat perlu. Hidup ini akan membawa kalian kepada banyak masalah dan lika liku… Tapi tidak ada yang lebih menyenangkan daripada  hidup bersama dengan wanita yang mampu membuat kalian tertawa.
Pilihlah wanita yang bisa tertawa ketika kalian mengatakan “kartu ATM-ku tertelan lagi….
Selera humor yang baik itu bukan menertawakan orang lain, tapi lebih kepada bagaimana dia bisa menertawakan dirinya sendiri dan melihat sisi lucu dan baik dari segala sesuatu.  Pada akhirnya cinta yang bergelora itu akan stabil… kupu kupu yang terbang tak tentu arah dalam perut kalian ketika pertama jatuh cinta, akan hinggap dengan tenang dan menetap, digantikan dengan rasa nyaman yang  menyenangkan…, tapi perekat cinta yang awet adalah tertawa bersama menjalani kehidupan rumah tangga kalian. 

- Menikahlah dengan wanita yang memiliki prinsip hidup yang baik dan menghormati prinsip prinsipnya. Dia tidak harus selalu setuju dengan kalian. Buat apa menikah dengan orang yang selalu mengatakan ya ? When two person always agree, one is not necessary…
Pilihlah wanita yang mampu menyikapi perbedaan pendapat, mampu menghargai perbedaan selera dan berkompromi secara fair…
Menikahlah dengan wanita yang mampu bicara jujur demi kebaikan. 

- Ini yang terakahir, tapi bukan berarti tidak penting…. Menikahlah dengan wanita yang menghormati kalian. Ibu akan menjadi orang yang paling naik pitam jika kalian dikasari. Terutama di depan umum. Never .. ever let a woman be rude to you.
Ibu bisa mengatakan ini karena ibu mendidik kalian untuk selalu menghormati dan menghargai wanita.  Cinta tanpa penghargaan bagaikan mobil tanpa setir, tidak berguna.


Sunday, January 12, 2014

Saturday, January 11, 2014

Lari (reblog)


Ini cerpen bagus banget. terutama buat cewek yang bakal jadi dokter (?)
Di reblog dari sini
 

© Kinsia Eyusa

Ada guru BP baru di sekolah. Wajahnya seperti kembar identik dengan Mira Lesmana, lengkap dengan rambut keriwil dan kulit sawo matang. Yang uniknya, bila guru BP pada umumnya hanya bertugas mendamaikan murid yang berkelahi, menasehati anak yang sering bolos/bandel/tidak punya motivasi pergi sekolah, atau jadi tempat curhat murid-murid perempuan yang baru putus cinta, guru BP kami kali ini bisa dibilang pro-aktif.

Namanya Bu Fitri, sudah pula mendapat panggilan kesayangan dari anak-anak IPS sebagai Bunda. Beliau berinisiatif mengadakan tes Minat dan Bakat untuk semua murid kelas tiga. Setiap satu dari kami diberi arahan mengisi beberapa lembar soal yang modelnya seperti tes IQ/Potensi Akademik, lalu dilanjutkan sesi wawancara one-on-one di ruangan beliau.
Berhubung alokasi jam pelajaran yang bisa dipakai untuk tes ini hanya 45 menit, giliran wawancara dibatasi tiga orang setiap minggunya, sehingga setiap murid punya waktu 15 menit untuk ditanya-tanya, menanya-nanya, dan galau masa depan. Minggu ini giliranku.
Aku melangkah mantap karena tidak lagi galau tentang pilihan jurusan dan universitas. Aku sudah diterima di jurusan bisnis di salah satu Universitas Swasta terbaik di Negeri ini. Aku bahkan menyimpan fotokopi Offer Letter-nya, kulipat kecil dan selipkan di seluk-seluk dompet.

Kuketuk pelan pintu ruangan Bu Fitri, yang berbahan kayu, bercat merah jambu.
“Ishka, ya? Masuk, Nak.”
“Lepas sepatu, Bu?”

Sambil melongok ke dalam, kuperhatikan ruang petak ukuran 4x4 itu. Lantainya licin dan mengilap, wangi lemon memenuhi ruangan, buku-buku bertema psikologi tersusun rapi di rak. Tak tampak poster-poster pembagian –seperti poster Wajib Belajar 12 tahun, Perangi Narkoba, atau Keluarga Berencana—di dinding, hanya ada satu papan besar yang ditempeli berbagai jenis kartu pos dari berbagai Negara di dunia. Funky.
“Loh nggak usah, masuk saja, dipakai sepatunya.”



Kucari kamu dalam setiap malam
Dalam bayang masa suram
Kucari kamu dalam setiap langkah
Dalam ragu yang membisu  
Kucari kamu dalam setiap ruang
Seperti aku yang menunggu kabar dari angin malam
Kucari kamu dalam setiap jejak
Seperti aku yang menunggu kabar dari matahari

Kucari Kamu - Payung Teduh 


Friday, January 10, 2014

reblog bang kuntawiaji






"Dalam kehidupan ilmu tak ada kata malu. Orang tidak malu karena salah dan keliru. Kekeliruan atau kesalahan justru akan memperkuat kebenaran."

— Pramoedya Ananta Toer dalam Bumi Manusia


berbagi (sangat) sedikit


ini isi blognya kalo dibaca lagi kok kadang bikin mikir "aduh, ampas banget ya" mau ngisi yang berbobot tapi kok ya kesannya gak Galuh banget. yaudah yang sekarang mau berbagi dikit dulu ilmu yang didapet di Bandung kayak apa

dulu sempet mikir "kenapa namanya Kalkulus? kenapa gak tetep matematika aja kan sama sama ngitungnya" terus pas tanya itu di twitter ada temen yang jawab "mungkin gara-gara dari awal sampek habis cara ngitungnya pake limit sama integral" da......nnnn beneran iya. tapi berkat perhitungan Kalkulus, bendungan yang bentuk dasarnya gak rata itu bisa dihitung. pemikiran simpelnya, bendungan itu dibagi setipis mungkin biar volume/luas yang didapet super teliti. di Fisika dasar juga kalo ngitung pake turunan, integral sama limit. ngitung kuat medan gaya yang tinggal masukin rumus kalo zaman SMA tuh gak sesimpel itu. pokoknya kita bener-bener dituntut ngerti konsep dan logikanya jalan. dan satu rumus bisa kemana-mana gitu.

***

karena aku masuk FTSL, ada mata kuliah PRI (Pengantar Rekayasa Industri). setiap pertemuan disuruh bikin makalah sederhana, ada yang tentang ngitung kuat pembatas air dan gimana bentuk yang efisien, ada tentang bagus mana investasi dari pihak pemerintah atau swasta (kalo pemerintah itu biasanya kurang terawat dan dananya minim, kalo pihak swasta itu pasti terawat soalnya kan dia mau cari keuntungan). terus juga ada tinjau lapangan, aku waktu itu dapet terminal (lupa namanya apa). terus tanya-tanya gitu fasilitas di sana apa aja dan sebagainya.

***

ada kuliah besar FTSL juga. satu kalimat yang entah kenapa aku inget banget "semua orang itu salah presepsi, dikira bangunan anti gempa itu bangunan yang gak akan runtuh saat gempa datang. bukan gitu, bangunan anti gempa itu bangunan yang memberi waktu buat penghuninya menyelamatkan diri selama beberapa saat pas gempa terjadi"

***

senior taplok pernah ada yang bilang, "tau gak kenapa tempat ibadah itu selalu kokoh berdiri walaupun terjadi bencana? selain karena kehendak Tuhan, itu juga campur tangan anak sipil. semua orang sipil gak bakal berani macem-macem waktu bangun rumah ibadah, mereka bakal bangun sesuai perhitungan dan gak akan dikurang-kurangin, soalnya konsekuensinya itu gede kan nantinya."

***

"kalo bangunan bagus yang dipuji siapa? anak arsi. kalo bangunan hancur yang dicerca siapa? anak sipil" - salah satu dosen

***

"misal lo anggep demo itu sebuah cara yang salah, ya lo masuk ke dalemnya. benahi sistemnya. bukannya lo cuma liat dari jauh terus nyerca doang" - mantan kahim arsi

***

"kenapa kita gak membenahi Indonesia setelah kita bener-bener mampu secara moral dan meteriil. kalo cuma mahasiswa baru lulus gitu emang kita bakal dianggep kak? emangnya gak boleh kita kerja dulu di perusahaan asing terus keluar dan akhirnya ngabdi buat bangsa?"
"hahaha, semua orang sih bilangnya gitu dulu. nyatanya begitu dapet gaji dari pihak asing dan hidup udah enak, lupa sama janjinya. dan lagian siapa yang bilang anak biasa gak bisa merubah bangsa?"


segitu dulu. lupa-lupa inget