Sunday, January 20, 2013


" Bahwa yang kubutuhkan untuk bertahan hidup bukanlah api Gale, yang dikobarkan oleh kemarahan dan kebencian. Aku sendiri punya banyak api. Yang kubutuhkan adalah bunga dandelion pada musim semi. Warna kuning cerah yang berarti kelahiran kembali, bukannya kehancuran. Janji bahwa hidup bisa berlanjut, tak peduli seburuk apapun kami kehilangan. Bahwa hidup bisa menjadi baik lagi. Dan hanya Peeta yang memberikan semua itu. Lalu setelahnya, ketika Peeta berbisik, "Kau mencintaiku, nyata atau tidak nyata?" Kujawab dia, "Nyata." "

- Mockingjay

Wednesday, December 19, 2012


"Aku dulu juga ada perasaan takut. Tapi jangan pernah pesimis. Takut itu ga bisa ilang. Obatnya, optimisme. Yakin kalo kamu bisa, cintai jurusannya. Entar pasti tembus juga." - FRSP
semangat buat kita semua!!!

Tuesday, December 18, 2012


pengen cerita sedikit tentang kehidupan di sini. yaa barangkali ada yang pengen tahu gitu kan yaa. hidup dimulai dengan bangun pagi buat kuliah jam 7 (kebanyakan TPB pasti ada kuliah jam 7). ohiyaa, TPB itu Tahap Persiapan Bersama. semacam SMA tapi kelas 4. jadi kita memantapkan dasar-dasar ilmu yang ntar bakalan dipake di teknik gitu. jadi gak terlalu kaget sama mata pelajaran yang ada di perkuliahan. awal-awal aku bangun pagi, buat mandi sama sarapan (seringnya sereal atau nasi kuning. di sini gak ada nasi pecel kayak di surabaya). tapi lama-lama bangun agak siangan, sering gak sarapan dan kadang gak mandi haha. eittsss tunggu dulu, di sini dingin beroooo. jadi mandi gak mandi itu... relatif. tergantung tampang hahaha. setelah itu nunggu angkot (sakjane bemo) warna ungu jurusan cisitu-tegalega buat ngampus. cukup 1000 repes aja.

semua TPB (kecuali SBM) biasanya kuliah di Gedung Kuliah Umum atau tempat-tempat menyenangkan lain di ITB. kalo SBM selalu pake gedung sendiri, gak membaur sama TPB lain. masalah ujian, ITB gak mainstream. mereka selalu ngadain ujian di jumat sore mendung yang kadang turun hujan. jadi bayangin aja, anak ITB yang konon pinter-pinter itu, setiap ujian satu mata pelajaran dikasih waktu seminggu buat belajar. yaudah deh bayangin sendiri. jujur aku lumayan suka kurikulumnya sini (sejauh ini lho yaa. gak tau deh kedepannya). aku juga suka beberapa gedung kuliah. semacam 3 idiots gitu. menanjak ke atas. dan semua papan di sini itu kapur. ("papan yang bener itu kapur. kalo diganti papan spidol justru malah kemunduran. banyak ruginya pake spidol" - mahasiswa lulusan ITS)


ITB itu gak luas dan gak kecil juga. serba nanggung. di dalem ITB gak boleh ada kendaraan bermotor selain kendaraan dosen. di dalem ITB mahasiswa boleh pake kaki dan semua alat transportasi non bbm (?). capek kalo jalan, mana harus pindah-pindah kelas juga. soal perpus, ITB juga nyaman lhooo, walaupun gak sebesar perpus UI *yaiyalaah*
pemandangan di sini juga bagus kok, ITB dikelilingi bukit gitu. dan 'pemandangan' di sini juga gak kalah bagus :p. Desas desusnya, kalo nginjek rumput ITB dipotong 3 SKS. tapi mayoritas itu malah jadi kesadaran seh, bukan karena dipotong 3 sks. sekarang dosen juga pasti jarang ngeliat dan ngurusin begituan. ITB punya 3 tempat istimewa. Kampus ITB sendiri. Sabuga (Sasana Budaya Ganesa) ini tempat wisuda sama pelantikan mahasiswa baru tempatnya besar dan bagus. Saraga (Sarana Olahraga?) semacam koni, sebesar koni juga cuma ini plus lapangan tenis, kolam renang dan tempat parkir. dari kampus ada jalan bawah tanah buat ke Sabuga sama Saraga. keren lah pokoknya.



Tuesday, December 11, 2012


"ITB adalah tempat dimana lupa adalah kesalahan, tidur adalah penyesalan, dan ketiduran adalah dosa"

-about me seorang senior
(tapi kayaknya berlaku untuk semua universitas hahaha)
 


source: fuckyeahganeca

pernah ada yang ngetwit "ada gak ya anak ITB atau UI yang gak pake lo gue dan tetep aku kamu"
menurutku kok hampir gak ada ya. ya tapi gak tau lagi seh. sekarang sama aja kayak anak jakarta yang kuliah di surabaya dan akhirnya lo-gue nya sirnah perlahan.

ngomong lo-gue itu kadang jadi kebutuhan. karena kadang menurut mereka kalo pake aku kamu itu modus. kalo cowok ke cowok kadang malah dibilang maho hahaha. terus masalah mas mbak juga, di sini biasanya manggil kak. pernah ada cerita dari seniorku "kok lo manggil mas sih, kayak manggil suami aja" "...."
dan aku sendiri juga pernah ngalamin, waktu tanya seseorang "punya mbak gak?" dan dia malah jawab punya 1, dan mbak yang dimaksud di sini adalah pembantunya sendiri.
tapi otak bekerja otomatis di sini, waktu kamu ketemu temen sebangsa, lidahmu langsung nerocos jowoan. serius. entah sensor macam apa yang digunakan.

jadi, lo-gue gak melulu tentang jadi sok gaul atau berubah sikap dan melupakan daerah asal. tapi ini tentang adaptasi.