Monday, January 5, 2015

I thought



I thought you were my painkiller
then you give me the pain instead.

-Secret


Sunday, January 4, 2015

gebleknya semester 3



semester tiga ini waktu praktikum Biokim, ada tes namanya tes air liur. intinya pengen tau apa aja kandungan di air liur. dosen ngasih pengarahan
"dalam satu kelompok semua harus menyumbangkan air liurnya ya" seketika itu juga aku:
"HOEK *batuk batuk batuk* HOEK. eh aku gak nyumbangin air liur ya, maaf jijik banget HOEK" bayangin aja air liur anak satu kelompok (isinya empat orang dimasukin tabung reaksi). padahal ntar kalo jadi dokter megang air liur pasien juga sih huhu maaf.

ada juga tes air kencing.
"mahasiswa yang pria silahkan ke kamar kencil dan menampung air kencingnya"
"cuma kamu Yur satu-satunya cowok di kelompok kita, semangat!"
*Yura balik dari kamar mandi*
"cepet juga Yur kencingnya"
"ini semua kencing Fik*, dia ngasih buat tiga kelompok"
"WADOW, banyak juga"

ada tes kebugaran juga dimata kuliah Faal.
"Eh Galuh mau dong jadi orang coba tes kebugaran" (pengen tau kebugaran sendiri ceritanya). kebetulan aku dapet tes yang naik turun meja kecil gitu. ada waktunya kan, tapi aku cuma kuat 51 detik (maksimalnya 5 menit). batas kebugaran normal itu 55, kalo dibawah itu berarti kebugarannya buruk. selesai tes nanya ke anak yang nyatet plus ngehitung kan
"eh kebugaranku berapa?"
"sembilan belas Gal"
"HA? SEMBILAN BELAS? SALAH HITUNG MUNGKIN"
"beneran kok, sembilan belas"
"Ya Allah ini sih udah bukan gak bugar lagi, kebangetan"

sebelum ujian keterampilan medik, ada pembekalan seharian penuh dulu dari dosen. jadi ujian keterampilan medik itu nanti ada tiap pos, ditiap pos ada pasien sama penguji terus nanti dia mengeluh apa, nah kita meriksa dia kenapa. disiapin alat-alatnya lengkap. waktu pembekalan, pertama diajarin cara nanya pasien, terus cara meriksa kepala, leher, dada, telinga-hidung-tenggorokan, sama mata. waktu pembekalan ini entah kenapa aku kebelet boker banget, apalagi pas mau diajarin cara meriksa mata. karena udah gak kuat, akhirnya aku boker ke kamar mandi. meninggalkan dosen yang ngajarin cara meriksa mata.

pas ujian gimana? kan ada buku panduan, jadi ya masih sempet baca buat belajar. begitu masuk pos mata, ternyata sang penguji adalah beliau yang ngajarin waktu panduan kemarin dan dalam hati "Alhamdulillah cuma meriksa kayak gini" (meriksa kayak kamu ngecek mata di optik itu lho, baca huruf ABC dst. intinya pasienku itu gak bisa baca hurufnya, jadi aku harus membuat pasien hitung jariku. nah karena gak bisa lagi, akhirnya aku melambaikan tangan ke pasienku. pokoknya pas melambaikan tangan ini aku gak sesuai prosedur kan, begitu aku selesai ngecek langsung didamprat
"mbak, kamu diajarin sama siapa sih waktu kuliah?"
"mmmm maaf dok lupa"
"kamu gak datang pembekalan ya?"
"mmmmm...... datang dok. saya ada yang salah ya?" (dateng sih, cuma boker dok. kok ya yang diujikan yang pas saya lagi boker)
"itu tadi harusnya gak begitu, harusnya itu gini gini gini"
aku langsung lemes. astaga ini kalo gak lulus mau gimana coba nasib hamba ini Ya Allah, dan ujian praktek tramed tuh katanya buat ngangkat nilai juga katanya. udah gitu sebelumnya ditakut-takutin gini sama temen
"Gal tadi pas gue liat nilai pemeriksaan jantung lo kok kayanya 1 semua ya" (nilai terbaik itu 2)
"HA SERIUS?"
"gak tau deh, apa salah liat ya tadi"
*tambah lemes*
pasrah akhirnya, eh Alhamdulillah dikasih lulus sama Allah he he he. malah Biokim kena semester pendek :(
wakakak tapi selow sih, udah ikhlas banget mau digimanain sama Allah mah.



What - Ifs (reblog)



Seorang perempuan, merapal erat di dalam hatinya:

"Seandainya aku lebih sabar,
lebih cuek,
lebih memahami,
lebih menerima,
lebih menarik,
lebih pintar,
lebih menyenangkan,
lebih stabil,
lebih dewasa,
lebih positif,
lebih patuh,
dan mungkin, lebih cantik.
Maka mungkin kamu akan lebih peduli.”


- Kuntawiaji 


semester 3



*bersihin sarang laba-laba*
akhirnya punya keinginan update blog juga hehe. hidup di semester 3 lumayan berat, walaupun gak seberat sebelumnya (mungkin). pelajarannnya cuma ada 4, tapi totalnya 24 sks. masih sistem paket kayak semester sebelumnya. sekarang ini yang aku pelajari Biokim Faal Tramed sama Modul.

Biokim ini semacam belajar kimia gitu jadinya, kimianya kedokteran. Kata anak-anak gak ribet, tapi kok bagiku entah kenapa ribet banget. beberapa hal yang aku inget dari penjelasan dosen nih, kalo kita gak boleh gak makan karbohidrat sama sekali semasa hidup. intinya gini, karbohidrat itu ada hormon pengendalinya namanya insulin. dia tugasnya ngendaliin glukosa di darah. kalo kamu cuma makan buah aja setiap harinya, gak ada hormon yang ngatur soalnya buah itu manisnya dari fruktosa bukan glukosa. terus temenku Prima juga bilang "oh pantesan Steve Jobs meninggal kena kanker pankreas soalnya dia selama hidup cuma makan buah-buahan."

Anak yang lahir dengan keluarga diabetes cenderung kena diabetes (kencing manis) juga. karena apa? mereka hidup dalam satu atap yang sama sehingga cenderung punya pola hidup yang sama. hati-hati juga buat penderita diabetes, kalo kalian udah parah banget lama-lama darah kalian jadi asam, terus nafas kalian bisa bau aseton. ohiya diabetes itu adadua jenis, sederhananya yang pertama dia bawaan dari lahir, yang kedua karena pola makan yang kurang baik (biasanya kalo udah berumur).

Tentang makanan berlemak juga. cek kolestrol yang pake darah hasilnya langsung keluar itu kata dosenku sebenernya kurang akurat. harusnya kamu cek di laboratorium, soalnya bisa aja kamu kolestrolnya tinggi pas puasa, pas habis makan, atau malah keduanya (gula darah juga gini). ohiya dosenku juga sempet bilang, kalo anggapan masyarakat tentang kolestrol itu jahat dsb itu kurang tepat soalnya sebenernya kolestrol itu ada yang baik. dan yang hebat adalah, tubuh bisa bikin kolestrol yang sudah cukup diperlukan tubuh sendiri, walaupun kamu gak makan kolestrol. urutan kolestrol dari rendah ke tinggi (kalo gak salah): daging putih (ayam) - daging merah - seafood - kuning telur. aku gak nyangka kuning telur ada diperingkat pertama ckckck.

Orang yang hidup di dataran tinggi cenderung punya sel darah merah lebih banyak, soalnya kan semakin tinggi suatu dataran, oksigennya makin dikit. makanya, beberapa atlet ada yang dilatihnya di dataran tinggi supaya punya eritrosit banyak biar stamina kuat. beberapa atlet cewek juga dikasih hormon kelaki-lakian biar mereka kuat. Ya Allah serem banget ya .__.

Ditubuh kita ini pasti dihasilkan radikal bebas. senyawa berbahaya. tubuh sendiri sebenernya bisa menangani, tapi kalo jumlahnya kebanyakan dia juga bisa kewalahan. belum lagi kita ngehirup polusi, makan makanan gak sehat dsb. makan apa buat menangkal radikal bebas? bisa makan makanan yang mengandung vitamin A (daun hijau, wortel, buah), vitamin C (semua buah asam, tomat) dan vitamin ini bisa dibilang labil, bisa hilang kandungannya waktu dimasak, vitamen E (minyak, biji-bijian, kacang-kacangan, sereal, telur, buah). dosenku juga pernah bilang kalo penyuntikan vitamin langsung ke darah itu kurang baik, karena tubuh itu punya sensor tentang kecukupan vitamin, jadi kalo kamu makan buah, tapi ternyata vitaminmu udah cukup ya nanti langsung dikeluarin. sama ini jangan lupa, vitamin itu penting soalnya tubuh gak bisa produksi sendiri. minum vitamin langsung teguk boleh, cuma jangan keseringan kan soalnya dia ada pemanis buatannya.

Segini dulu, seneng bisa berbagi ilmu semoga bisa bermanfaat (maklum, pengen jadi tenaga pendidik) hehehe.


Saturday, January 3, 2015