Saturday, October 4, 2014

Si Muggle



beberapa waktu lalu, ada ask ke Pila (temen kuliahku), isinya gini "Ada yang bilang fk itu kayak hogwarts, jadi ada muggle (ortu non dokter), ada half blood, ada pure blood, pendapat u?" aku ngerasa pertanyaan ini lucu banget. asli. kok ya kepikiran gitu FK kayak Hogwarts, tapi terus aku mikir.... ohiya aku muggle ya.

berkecil hati sekali. apalagi kalo denger orang bilang "iya kata ortuku matkul xxx itu emang bla bla bla" atau "iya ini alatnya ibuku". tapi pada akhirnya aku bersyukur, bahwa aku membuka jalan buat keluargaku nantinya mendapat perawatan terbaik di bidang ini (Naudzubillah juga sih jangan sampe sakit). dan dari apa yang aku lihat disekitarku, Alhamdulillah pada akhirnya aku gak mendapat tuntutan harus begini dan begitu. misal nih ya, ada anak yang disuruh bapaknya jadi dokter, soalnya malu kan orang tuanya dua-duanya dokter. atau kalo gak, diwajibin harus spesialis ini itu. atau mungkin ada anak yang kekurangan perhatian orang tua gara-gara orang tuanya pada sibuk ngurusin kesehatan masyarakat banyak. kehidupan itu, kalo terus-terusan ngelihat rumput tetangga emang gak akan pernah habis ijonya, jadi yaa bener-bener belajar bersyukur aja.

***

ngomong-ngomong, aku suka bingung kenapa kami harus manggil "dok" atau mungkin "prof". di bidang lain, orang yang punya gelar prof kok gak dipanggil hal yang sama? apa manggil "bu" dan "pak" itu kurang menunjukkan sebuah penghormatan? atau untuk bedain, yang ini dokter, yang ini suster dsb? buat apa ya? dengan kita bersikap menangani pasien dan pake baju bertuliskan nama kan sudah cukup jelas membuktikan tanggung jawab kita apa? bingung juga sih jadinya, mana suka keceplosan manggil pak atau bu (yaa walaupun gak diapa-aain sih)


yok!



"Memang tidak ada kata terlambat untuk memulai traveling, tapi kalau boleh saya kasih saran, traveling-lah selagi muda! Kalau bisa saya sarankan lagi, traveling-lah selagi single!"
 
 
— Trinity dalam The Naked Traveler 1 Year Round-The-World Trip
(dalam Kuntawiaji tumblr)
 
 

Saturday, September 6, 2014

kultum


mau berbagi info-info sederhana yang bikin aku ngomong "ooo" lumayan panjang, dan aku suka banget denger fakta sederhana ketimbang dosen baca buku paket sampe tuntas (yaiyalah).

"kalo kalian punya jerawat di muka, sebaiknya berhati-hati. jangan dipencet-pencet karena bisa menimbulkan infeksi. infeksi disekitar muka ini bahaya karena bisa menyebabkan infeksi di selaput otak." soalnya ada aliran darah yang nyambung di wajah sama pembungkus otak kata beliau.

"kalo kalian nyetir, baik motor atau mobil, jangan sampai nahan pipis. bahaya. saya pernah dapat pasien yang kantung kemihnya pecah gara-gara terisi penuh terus dia mengalami kecelakaan. akhirnya repot dioperasinya, harus beberapa kali"

daging itu otot, kalo warna hijau di tangan yang orang normal sebut 'urat' itu sebenernya pembuluh vena.

"ini lho yang sering mengalami penyumbatan (yang ditunjuk tanda panah, sumber google) sehingga kebanyakan orang kena serangan jantung. tempatnya kecil sekali memang. dan untuk melancarkan peredaran darah disitu biasanya diambilkan pembuluh dari dari kaki" tapi pas aku liat film Team Medical Dragon, mereka ambil pembuluh darahnya dari pencernaan, gak tau deh yang mana yang bener.


pemicu jantung kita itu adalah sesuatu yang tidak tampak pake mata telanjang. pokoknya ada sesuatu di atrium yang menjalar ke ventrikel yang bikin jantung berdenyut. disebutnya SA node AV node. kalo misal penjalaran dari SA ke AV ini keputus, jantung kalian tetep berdetak tapi gak beraturan.

"manusia ini bisa hidup tanpa limpa. sampai saat ini fungsinya masih belum jelas buat apa"

"makanan kupang itu seringnya beracun lho, itu sebabnya dijual sama es degan. soalnya degan itu penetral racun. kerang-kerangan itu hewan yang berdiam di satu tempat, pergerakannya lambat, makanya kalo dia terpapar bahan kimia, berarti secara terus menerus. kalo ikan kan bergerak-gerak"


mungkin akhirnya kamu?



dalam kurun waktu setahun lebih ini lagi mencari. mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan ke diri sendiri. "kamu bisa apa Gal?" "kamu sukanya ngapain?" "bakatmu apa to Gal?"

liburan di semester 1 pertama kalinya nyoba travelling bareng temen. asik juga, pingin lagi, dan ternyata aku jadi bahagia. selain itu juga sempet tanya-tanya ke Cak Durasim (pusat kebudayaan di Surabaya) tentang les tari tradisional, begitu masuk, kok isinya anak kecil semua. kalo sudah besar katanya harus privat. kurang minat sih, soalnya gurunya cowok, dan yakali aku harus ditemenin ibuku setiap lagi les? sempet tanya juga tentang les dalang (itu lho yang jalanin lakon pewayangan), tapi sampe sekarang belum sempet liat kelasnya kayak gimana. pernah searching juga buat belajar alat musik, awalnya mau biola tapi ternyata perlu waktu lama, sempet minat piano juga, tapi kok mahal. harmonika juga kepikiran, tapi gak ada yang bisa ngajarin.

liburan semester 2 pengen nyoba travelling lagi, tapi ternyata batal semua. gara-gara Nindy sama Peem jadinya pengen nyoba les jahit. ikutan sebuah kursus gitu, sekali pertemuan 5 jam langsung. pulang les rasanya pusing banget, kayak habis kuliah Anatomi hahaha. akhirnya dua kali pertemuan aja terus berhenti. padahal sudah bikin pola rok di kain, sudah dipasangin resleting juga, tapi mandek di tengah jalan. terus akhirnya belajar masak, yang ini belajar pada sang ahli, google. ibuku jagonya kalo masakan tradisional, tapi ntar malah ribet soalnya ibuku pasti pengen ikutan masak juga. yaudah, akhirnya belajar bikin kue sederhana gitu. dan akhirnya aku menemukan kemudahan dan kebahagiaan di masak ini. kalo gagal, aku sedih banget. pernah waktu itu gagal, terus akhirnya semua makanan itu tak makan sendiri sampe aku pingin muntah, terus masuk kamar gak keluar-keluar (soalnya liat Running Man sih) hehehe.

aku pengen coba banyak hal, sampe akhirnya nemuin yang bener-bener pas buat jadi hobby. semoga kedepannya bisa terus nyoba hal-hal baru lagi.


Friday, August 8, 2014

jangan salah fokus



"apa yang kamu lihat?"

"titik kecil mbak"

"ini sama seperti sifat manusia. ibaratnya titik kecil adalah kesalahan, dan sekertas putih itu kebaikannya. kita pasti bakal fokus ke titik itu. lupa kalo disekitarnya juga ada daerah yang putih. makanya kalo seseorang berbuat salah, inget-inget kebaikannya. lembar putihnya, jangan titik hitamnya"

- Mbak Ratih, Mentor bimbingan kerohanian Agama Islam Smala