Saturday, October 13, 2012


dari dulu sudah berhasrat posting ini. cuma takut terbawa emosi dan kata-kata super absurd dan gak jelas malah muncul gak karuan. sekarang jiwa sudah lebih tenang tak terguncang angin badai masa lalu #tsah. maaf jika ada yang menyinggung sungguh itu sudah berusaha saya kendalikan dan sudah saya perhalus sehalus amplas menggosok kayu dan maaf jika terdengar angkuh.



masih keinget gimana perasaan waktu itu, atau mungkin seumur hidup gak akan pernah lupa. aku nangis di depan laptop lihat hasil itu, ibuku yang kaget langsung pelan-pelan baca apa hasilnya di depan laptop. aku nangis, super kenceng, lebih kenceng dari yang sudah-sudah, aku nangis paling lama dan lagi-lagi lebih lama dari yang sudah-sudah. aku keterima pilihan kedua. aku gak bisa tidur sampek jam 3 pagi dari semenjak pengumuman jam 7 malem. jijik, aku kufur!

***

"gal, btw awak dewe kok gendeng yo pilihan kedua ITB?"
"iyo lit, emboh aku pasrah ae. gak kuliah paling yo dinikahno ambek ibuku"

***

aku dateng ke tempat ini buat yang pertama kalinya seumur hidup. numpang di kontrakannya rizky. gak bawa baju banyak, masih berpikiran mungkin ditengah jalan nanti aku malah pingin pulang dan bukannya daftar ulang. mungkin nanti lingkungan baru ini gak bakal nerima aku. mungkin aku gak cocok ada di sini. mungkin aku harus nunggu sampek tahun depan dan mungkin mungkin yang lain.

***

jujur aku ngerasa Tuhan gak adil waktu itu. orang yang menurutku effortless bisa tembus. orang yang banyak uang bisa tembus. orang yang punya kedudukan bisa tembus. dan aku sampah, ibaratnya aku ampas, tinggal dibuang aja diselokan. sudah pinter gak terlalu, kaya enggak, kedudukan apa lagi. dan sekarang aku belajar, kalo almamater yang seseorang pegang sekarang belum tentu dari jerih payahnya sendiri. jadi kalo misal aku tanya "kuliah dimana | di xxxx | ooh lewat jalur apa? | mandiri xxxx | oooh" sedikitpun gak jadi interested

***

terserahlah, barangkali suatu hari aku yang tertawa puas karena kemenangan. dan berharap ini kegagalan yang terakhir, patah hati yang terakhir. bukan karena aku yakin kalo setelah ini aku bakal sukses terus, tapi sesuatu itu sudah gak pengen tak sebut kegagalan lagi.


3 comments:

  1. is now playing mata hati telinga - maliq and d'essentials. "....yang kau inginkan, tak selalu yang kau butuhkan".

    ReplyDelete
  2. ya karena belum ada jawaban konkret tentang seperti apa yang sebenernya saya butuhkan mangkanya posting begini~

    ReplyDelete
  3. Kamu tau? Terkadang menerima sesuatu hal yang kita anggap bukan keinganan kita, it's another victory.. Dengan semua orang memuji kehebatanmu masuk kandang gajah itu gal.. Dengan semua doa dari ibu mu yang tersayang itu.. Dan semua support dari keluarga penuh 32 orang gila ini, apa lagi sih yang kamu butuhkan?

    ReplyDelete