pas zaman ospek universitas (semua jurusan di campur), ketemu anak dari Medan namanya Fiko dan ternyata dia anak pendidikan dokter juga. Fiko ini kelihatan banget Medannya, logatnya kentel banget lah pokoknya. sasaran empuk buat mengobati kebosanan ospek universitas
"Fik, udah tau belum, cara sopan sama orang tua di Surabaya gimana?"
"gimana emang?" (dengan logat Medan)
"kalo lewat depan orang tua, bungkukin badan terus bilang 'jancokipun'"
"aah bohong kau pasti. jancok kan artinya jelek"
"lho karena sudah ditambahi 'ipun' makanya bagus"
*beberapa anak yang denger ketawa*
"aah pasti aku dibohongi"
***
(ada anak dateng bawa makanan) si Farhan yang sok jago bahasa jawa langsung sok sok ngomong
"minta la'an"
"minta po'o han yang bener"
"ayo bantu angkat-angkat meja po'o ta la'an"
(lebih geblek kalo kalian dengernya langsung. semua akhiran surabaya ditambahin di kalimatnya)
***
waktu nungguin giliran donor darah, tiba-tiba Zia (anak Bandung) tanya ke anak anak
"eh, rempon itu apa"
langsung semua anak cowok pada ketawa. terus gak mau ngejawab pertanyaan si Zia. terus aku jawab
"gini Zi, kalo kamu mau tau artinya, coba kamu bilang ke si X (menyebut nama seorang wanita) "eh dulinan rempon yuk" terus liat responnya. kalo dia marah, mungkin artinya jelek, kalo dia biasa aja ya berarti artinya bagus"
***
Nafis sama Farhan lagi berdua gitu entah ngomongin apa, terus Nafis bilang
"goblik pek"
"goblik artinya apa fis?"
"goblik itu lucu"
"oooh"
dan berhari-hari Farhan percaya kalo goblik itu lucu sampe akhirnya dia tanya Alvin
"goblik apa?"
"goblik ya goblok"
"sialan kamu Fis"
***
"yes ntar sore gue mau ke Smalane"
"Smala han. Smalane itu orangnya, warganya"
"bukan, pokoknya Smalane! kan Smalane itu SMAN 5 Negeri"
"....."
No comments:
Post a Comment