Saturday, September 15, 2012
reblog
“Kok lo ga kayak anak FK yang lain sih? Temen-temen gue sering banget ngeluh banyak tugas lah, ga tidur lah, di twitter, di facebook.”
“Gue juga sering merasa terbebani dengan itu semua kok. Tapi tidak gue ungkapkan di depan publik. Itu namanya profesional.”
Saya kadang tidak habis pikir dengan teman-teman saya sesama mahasiswa kedokteran yang seringkali berkeluh kesah, terutama di sosial media, tentang betapa sengsaranya mereka. Tentang bagaimana mereka harus tidak tidur, tentang betapa banyaknya bahan pelajaran yang harus mereka pahami, dan sebagainya, dan masih banyak lagi. Seolah-olah mereka lah makhluk paling sengsara di muka bumi ini. Apakah mereka merasa orang lain tidak mengalami permasalahan yang sama, kesengsaraan yang sama? Harus disadari, setiap orang memiliki masalahnya masing-masing. Hanya saja kita lah yang tidak mengetahuinya karena memang tidak semua orang memamerkan kesengsaraannya.
Di lain waktu, saya juga (maaf) muak dengan dosen-dosen, teman-teman, atau siapapun yang berkali-kali mengagungkan betapa profesi dokter adalah yang paling mulia. Pahalanya banyak, kata mereka. Apakah tidak ada profesi lain yang lebih mendatangkan pahala dibandingkan dokter? Lalu bagaimana dengan mereka yang setiap harinya berprofesi sebagai desainer, yang setiap harinya “hanya” menggambar-gambar? Apakah tidak ada pahala yang akan mengucur deras kepada mereka? Kalau iya, kasihan sekali mereka. Apakah menolong orang yang kelaparan dengan menjual soto mie di pinggir jalan itu tidak lebih mulia dibandingkan seorang dokter yang menolong pasien setiap harinya?
Kadang, kita hanya menilai dari apa yang terlihat. Dokter terlihat mulia karena memang dia terlihat secara kasat mata menolong orang yang sakit. Di sisi lain, kemuliaan seorang tukang fotokopi yang dengan ikhlas melayani pelanggannya bisa jadi tidak terlihat oleh kita karena memang tidak ada satu orang pun yang menyadarinya. Bisa jadi, pahala untuk orang-orang ini justru mengucur jauh lebih deras dibandingkan pahala seorang professor doktor dokter spesialis konsultan blablabla.
Setiap profesi itu bisa membuat kita mulia di sisi Tuhan kita dan juga bisa membuat kita menjadi hina. Tidak ada profesi yang ditakdirkan untuk mulia berpahala dan tidak ada juga profesi yang ditakdirkan untuk menjadi hina. Justru, kita sendiri lah yang bermain peran untuk menciptakan takdir terhadap profesi kita masing-masing.
- kuntawiaji
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment