Kadang kalo denger cerita hidup orang lain tuh bikin merasa bersyukur, tapi kadang juga bikin ngerasa kenapa kita gabisa sebahagia dia? Kenapa hal-hal yang membahagiakan dihidup kita diambil? Seolah-olah kita gak pantes buat bahagia. Tapi belakangan baru sadar, kalo seseorang dikasih cobaan (yang menurut kita mungkin ringan), soalnya Allah tau ambang stres dia rendah. Dan mungkin ambang stres kita lebih tinggi jadi kita dikasih cobaan (yang menurut kita seolah-olah) lebih berat. Dan pada akhirnya, suatu hari kita bakal "naik kelas" tentang proses menjadi sabar dan lebih bersyukur. Jadi inget dulu salah satu sahabatku curhat pas lagi stres-stresnya ospek "Ya senior gampang aja bilang 'kalin semua dapet beban yang sama' tapi mereka gapernah mikir kalo cara kita menerima beban yang dikasih tuh beda-beda". Makanya, Allah yang paling ngerti isi hati manusia nyiptain beban hidup setiap orang beda-beda kan?
"Allah does not charge a soul except [with that within] its capacity. It will have [the consequence of] what [good] it has gained, and it will bear [the consequence of] what [evil] it has earned. "Our Lord, do not impose blame upon us if we have forgotten or erred. Our Lord, and lay not upon us a burden like that which You laid upon those before us. Our Lord, and burden us not with that which we have no ability to bear. And pardon us; and forgive us; and have mercy upon us. You are our protector, so give us victory over the disbelieving people." (Al-Baqarah:287)
No comments:
Post a Comment